Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 12 Juli 2016
Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu

Perlu saya ingatkan, bahwa mungkin niat Anda mengikuti kursus ini karena ingin menjadi penulis terkenal dan sukses. Sebuah kesalahan yang dapat dimengerti, mengingat bahwa nama kursus ini adalahBagaimana Menjadi Penulis. Nama yang lucu.

Menulis, tidak selalu menggelorakan, mengharu biru, mendirikan bulu kuduk, atau membuat cinta berubah menjadi benci – balas dendam – air mata – cinta lagi. Beberapa bagian dari tulisan bisa sangat menyedihkan—jika kita sepenuhnya jujur dengan diri kita sendiri.

Maka mari kita jujur dengan diri kita sendiri.

Seperti yang akan Anda lihat di silabus, saya telah mengubah nama kursus menjadi Apakah Anda Yakin Anda Ingin Menjadi Penulis?

Tadinya saya ingin menambahkan subjudul Serius? Namun saya khawatir Anda akan segera keluar ruangan kelas ini dan menuntut agar uang pendaftaran dikembalikan.

Sesuai judul, kita akan menggali niat Anda mengapa Anda ingin jadi penulis. Jawabannya tidak harus Ya.

Setiap hari, saya akan memberitahu Anda sesuatu yang penting. Sebuah pelajaran hidup bagi penulis yang masih gemetar kebingungan saat mendapat inspirasi, jika Anda mau.

Anda, tentu saja, sangat gemetar ketakutan saat memperoleh ide, seakan ide adalah wangsit tentang datangnya hari kiamat.

Cukup basa-basi dari saya. Pelajaran kita mulai. Siap? Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu.

Jangan tunjuk tangan dulu, kacamata tebal! Sesi tanya jawab belum dimulai.

Apakah tema pelajaran hari ini merupakan misteri? Tidak! Misteri hanya milik Tuhan. Misterius bukanlah kata yang pantas digunakan manusia. Bahkan, kita sering salah mengartikan kata misterius. Saya benci misterus. Coba Anda menulis sebuah kalimat yang dimulai dengan kata ‘misterius’ sekarang juga. Waktu habis. Anda faham maksud saya.

Seperti yang saya katakan, Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu tidak dimaksudkan untuk menjadi misterius atau samar-samar meski hanya secuil.

Mari saya ilustrasikan dengan contoh, karena beberapa dari Anda masih berusaha sangat keras untuk tidak mengangkat tangan. Itu bisa saya lihat dari urat-urat yang menonjol di dahi dan leher Anda.

Contoh:

Coba bayangkan. Anda seorang penulis, dan Anda sudah mendapatkan nama. Nama besar. Jadi Anda memperkenalkan diri kapan saja di mana saja sebagai penulis.

Sebagai penulis, Anda akan terus berusaha menjaga agar orang akan mengenal Anda. Anda akan mengubah tingkah Anda, sikap Anda, gaya hidup Anda. Anda membentuk diri Anda menjadi Anda yang baru. Setiap pengalaman dan peristiwa di sekitar Anda akan Anda modifikasi untuk mendukung pernyataan bahwa Anda seorang penulis.

Anda telah meninggalkan zona nyaman seperti ‘masih coba-coba menulis’, ‘menulis sekadar hobi’, atau ‘saya suka menulis, tapi pacar saya bilang menulis hanya untuk pengangguran, jadi saya mungkin akan tetap menjadi karyawan bank atau pengacara atau akuntan.’

Anda sudah putus dengan pacar Anda! Lagipula Tuhan tidak suka karyawan bank atau pengacara atau akuntan!

Saya bisa lihat bahwa Anda sekarang semakin tegang. Tapi ingat, dalam bayangan Anda, Anda adalah seorang penulis! Anda sedang merayakan kesuksesan Anda. Anda telah meninggalkan zona nyaman. Jauh di belakang Anda, kapal sudah terbakar menyala-nyala di demaga, tak ada jalan pulang. Setiap kali Anda mengatakan ‘Saya seorang penulis’, satu tali jaring pengaman Anda putus, menimbulkan lubang yang semakin lama semakin menganga lebar. Di bawahnya, menanti Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu. Jika Anda jatuh, hantu itu akan menyedot sukma Anda sampai tetes terakhir. Anda akan kering, sekering musim kemarau yang meretakkan tanah dan membiarkan korporasi serakah membakar hutan gambut sehingga asapnya menyesakkan paru-paru dunia.

Maka jangan jatuh.

Namun jika Anda jatuh, Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu akan merobek dan mencabik-cabik Anda. Akan percuma saja memanggil pengusir setan, karena hantu itu berasal dari alam pikiran Anda.

Maka jika Anda jatuh, dalam perjalanan melayang turun Anda harus menceritakan kepada Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu bahwa Anda sebenarnya tidak ingin jadi penulis. Tidak pernah benar-benar ingin jadi penulis. Dari awal tidak ada niat menjadi penulis.

Mungkin sebagian besar yang Anda ceritakan adalah sampah. Namun jika sampah Anda cukup meyakinkan maka jaring pengaman Anda secara ajaib akan terbentuk kembali. Anda akan mendarat dengan aman di atas jaring tersebut. Mungkin jatuhnya empuk, mungkin sedikit sakit. Tapi tidak akan sampai remuk.

Jangan menangis.

Selanjutnya sesuatu yang sangat menyedihkan akan terjadi. Anda akan membangun rumah kaca tebal yang mengurung diri Anda, melindungi Anda dari Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu. Setiap kali Anda mencoba untuk menulis lagi, Anda akan membenturkan kepala Anda hingga gegar otak ringan, dan kembali mendarat pada jaring pengaman yang terasa semakin empuk melenakan.

Anda selamat dari Hantu Kegagalan yang Menginginkan Jiwamu, namun tidak akan pernah menjadi penulis lagi atau mencapai sukses seperti sebelumnya. Anda aman dari mulutnya, tapi Anda telah kehilangan sesuatu yang jauh lebih penting.

Anda telah kehilangan jiwa Anda.

Baiklah, sesi tanya jawab dimulai dengan bertanya pada diri Anda sendiri.

Temukan jawabnya di sana.

 

Jakarta, 12 Juli 2016