Setelah Hujan

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Mei 2016
Setelah Hujan

Menghunus payung yang tak lagi mengembang sempurna, aku melangkah menuju warung tenda kaki lima langganan tempat kubersetia pada rasa.
 
Tak perlu kututur yang kumau, karena selalu sama: nasi uduk pecel lele + dua potong goreng tempe. Chef dan pramusaji, bersaudara urban Tegal, tahu seleraku.
 
Tembang 'Terbayang-bayang' dari gawai pramusaji yang dijeritkan Ona Sutra memanggil Nurhayati sungguh menyayat hati, mengiringi suap demi suap nasi bersantan dengan secubit daging lele yang semakin kerdil merana dan tempe yang nyaris setipis kardus mengantarku menggempur lapar.
 
Pengunjung lain yang telah sudah, berbincang tentang harga-harga meroket, yang segera dibantah lawan bicara: harga diri jungkir balik.
 
Tak ada canda di situ.
 
 
Bandung, 29 Mei 2016