Ayahku Sayang

Debby_ A
Karya Debby_ A Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 18 Juli 2016
Ayahku Sayang

Apa Yang dilakukan Seorang Bapak ...
 
Senada dengan sang anak mengucap kata sayang, membuat sang anak merasa bahagia dan 
terus menanti sang Ayah senantiasa, kehangatan seperti itulah yang selalu
dinantikan sang anak, bukan saja sang anak namun, seluruh keluarga merasakan
kehangatan sosok seorang Ayah,
sang anak selalu mengagumi diri sang Ayah yang hangat, perhatian dengan keluarga,
pengertian , menjadi pendengar yang baik sewaktu seluruh keluarga mencurahkan rasa,
bijaksana dan baik hati setiap keputusan diambil selalu penuh pertimbangan.
sehingga sang anak ingin meniru teladan baik dari sang Ayah,
bahkan setiap langkah yang anak buat selalu bertanya pada sang Ayah, apakah ini benar atau salah ? rasa ingin tahu
dan tindakan yang akan di buat dia selalu memikirkannya jangan sampai sang Ayah sedih atau kecewa
karena perbuatannya.
 
Namun,
sesuatu terjadi dan membuat semuanya berubah dalam sekejap hidup yang damai penuh dengan keceriaan
hilang dalam jangka waktu tersebut, entah apa ini kebingungan sang anak dan keluarga
ada apa yang terjadi, seorang Ayah yang kelihatannya sehat kini terkapar tak berdaya di pembaringan yang dingin
seluruh orang sibuk mengurusnya memberi obat-obatan dan lain-lain, kaca putih tertutup hordeng  biru dan setiap mesin
menyala untuk bisa membuat sang Ayah sehat kembali,
kebingungan sang anak, kerisauan sang anak entah apa yang harus dia buat, dia bertanya kepada sang Ibu
ada apa ini semuanya ?
Kenapa dengan Ayah, Bu !
sang Ibu hanya menangis dan memeluk sang anak, terucap sabar anakku ! Ayah akan baik-baik saja . !!
anak semakin tak paham kenapa Ibunya mengatakan seperti itu, tapi dia lega karena sang Ibu memberi kekuatan
untuk sang anak tetap Tenang.
maka kejadian demi kejadian yang bisa menghampiri semua orang
sekarang bagaimana caranya menyikapi semuanya itu. seperti sang anak ini dia tidak menduga
apa yang terjadi dengan sang Ayah , kekagetan yang membuat sang  anak bingung
tapi pada akhirnya bisa di mengerti.
 
hari- hari berlalu,
waktu bergulir
semuanya sepi mencekam , bisu dengan kesenyapan, datanglah seorang dokter dengan berat hati
mengatakan kepada sang Ibu ...
dan Sang anak tetap berdiri di jendela dan menatap sang Ayah yang tak berdaya berbaring dan seluruh orang sibuk memeriksa
dan menyelesaikan semua alat-alat.  dan sang Ayah pun diam dan tak tahu apa yang terjadi dalam dirinya.
sang anak berlari menghampri sang Ibu dan mengatakan
Ibu,, Ayah .. kenapa di tutup selimut .. Ibu ,,, Ibu,,,
tak kuasa sang Ibu menangis ,, pecahlah suara sang Ibu dan memeluk sang anak dengan erat-erat,,,
dan Ibupun  mengatakan sayangku ,,, Anakku ,,, .....
sang anak bingung Ibu ada apa ..!,
kenapa Ibu menangis dan kenapa pak dokter ini berdiri di sini ..
ada apa BU...!
Kenapa ... !
jawab Bu ,... Bu...
dengan berat dan nafas yang tersendat lidah yang susah untuk mengucapkan berasa mati rasa, namun sang anak
terus .... !!!
bertanya .... pada sang Ibu tentang yang terjadi.
akhirnya sang Ibu mengatakan kepada sang anak apa yang sedang terjadi pada sang Ayah.
anak pun terdiam bisu tercenggang tanpa bersuara nafas yang tersendat
tak lama kemudian sang anak
berlari bergegas melepaskan pelukkan sang Ibu dan sang Ibu terus menangis ..
sesampai nya di pintu
pecahlah suara sang anak ...
dengan teriakan kencang
Ayah .... Ayah ... Ayah..
menangis sekuatnya melepas kesedihan dengan tak percaya apa yang terjadi
sang anak menunduk dan  memeluk sang Ayah untuk membangunkan dari tidurnya
menangis di samping Ayah nya dan memeluk dengan kuat, dengan  tersendat dalam nafas
tak percaya ...
 
kini figur Ayah dan sosok seorang Ayah sudah pergi , sang anakpun tetap bersedih
melihat sang Ayah yang telah pergi jauh entah kemana,
perasaan pun mati hanya air mata yang berlinang deras
mengiringi kepergian sang Ayah
langkah demi langkah satu tepakkan kaki serasa berat susah berjalan terasa lutut tak kuat
berjalan.
sang anak sedih dalam raungan kepiluan , hati yang tak percaya dalam kepergiannya
sedih , sedih , air mata yang mengalir
Ayah ku tersayang kini berjalan kearah yang jauh yang tak seorang pun bisa melihatnya
dalam pembaringan dingin dalam malam gelap , kelam sang Ayah kini tertidur
mimpi yang panjang menghampiri Ayahku yang tak berdaya dalam kelam kebisuan malam
hanya Pusara dalam Palungan Pahatan Batu
yang akan Terukir Indah dengan Tinta Emas Namamu terpapang Indah.... !
setiap orang akan melewati sisi jalan itu, dan melihat namamu yang Indah
Nama yang Baik
seorang Ayah dan Suami yang Gagah dalam hidup diriku
Teladan bagi anak-anak yang kau tinggalkan...
Ayahku .... Ayahku...
Ayah yang hebat ..!!!!!!!
 
Bertahun Berlalu Tanpa Ayah yang hebat !
 
kesedihan mulai berangsur-angsur hilang
air mata perlahan-lahan hilang
hidup terus berlanjut
meski tanpa Ayah tapi tetap berasa Dia ada di samping kita, merasa dia membimbing perjalanan kita
mengarahkan langkah yang harus di tempuh.
sang anak hanya mengenang dan teringat akan apa yang dilakukan sang Ayah semasa hidup
kini sang anak harus bangkit menjadi orang kuat seperti Ayahnya.
waktu bergulir dengan cepat
kedewasaan sang anak semakin maju dan tetap maju kedepan dengan semangat baru.
seraya berlalu sang anak melakukan segala sesuatu tanpa sang Ayah.
 
sekali lagi,
sewaktu malam dalam tidurnya ia terbangun, dan terdengar hewan malam
terdengar suara tepakkan kaki sang Ayah, ia melihat ke pintu seolah-olah ada yang membukanya, ia menatap terus
kearah pintu namun, tak ada. ia menengok ke jendela tapi tak ada juga, terdengar lagi hempasan angin di balik kain jendela
dengan rasa penasaran dia pun membuka jendela perlahan-lahan ia merasakan angin malam yang sejuk.
hempasan angin yang dingin dan
udara malam yang dingin meliputi arungan malam kelam,
tengadah melihat keatas bintang dan bulan yang indah,
teringatlah ia pada sang Ayah yang selalu menceritakan kisah pada malam hari saat ia hendak tertidur.
ia merenung dan terharu mengenang sang Ayah.
ia pun kembali tertidur dan berdoa untuk sang Ayah yg jauh agar rasa sayang pada Ayah tak pernah pudar namun tetap ada
dan selalu ada meski sang Ayah tak lagi ada untuk dia saat ia membutuhkan Ayahnya.
kini ia pun tidur.
 
di esok hari terbangun dan membuka jendela untuk menghirup udara pagi yang cerah, ia kembali terkenang Ayahnya yang selalu
di saat pagi berjalan - jalan di halaman dan berolahraga, ia ingat saat Ayahnya memeluk dia dan mengucapkan selamat pagi dan terucap kata sayang dari sang Ayah. sang anak tersenyum setelah mengenang masa-masa indah bersama Ayah dan tak sengaja meneteslah air matanya. dengan sekejap ia menghapus air mata itu, dan bangkit semangat untuk pagi yang cerah.
tak sengaja dia berbalik dan melihat sang Ibu yang sedang di halaman menyirami bunga dan mengatur posisi tanaman,
ia pun melihat sang Ibu yang terus berjuang demi keluarga tanpa sosok sang suami,
ia melihat kesabaran dan ketabahan sang Ibu menghadapi semuanya dengan senyum meski hatinya hancur dan kesepian
tapi ia tetap terus berjuang demi anaknya.
di banding dengan kesedihan sang anak,  Ibulah yang paling bersedih karena sosok suami yang mendampinginya bertahun-tahun suka duka bersama.
sang Ibu meyapa sang anak dan menyiapkan kebutuhan sang anak seperti biasa, anakpun merasa sedih melihat Ibunya yang dalam jangka waktu berperan sebagai seorang Ayah menjadi kepala keluarga mengurus dan mencari nafkah untuk kebutuhan sang anak dan sekolahnya.
di sisi lain sang Ibu berperan sebagai Ibu untuk mengurus rumah tangga. sang anak memperhatikan setiap yang dilakukan sang Ibu demi anaknya. ia memeluk sang Ibu dan menangis Ibu ku sayang,
Aku sayang Ibu.. Ibupun menyahut kata-kata yang sama.
Ibu pun berpesan kamu harus menjadi Anak yang kuat seperti Ibu, Ibu kuat dan sabar kamu pun harus seperti itu.
apalagi kamu anak dari Ayah yang hebat, sang anak pun semakin semangat dengan kata-kata sang Ibu.
 
Hari - hari berlalu,
Tahun demi tahun berganti
Waktu seiring berganti,
sang anak kini sudah besar dan sudah bisa membantu Ibunya untuk mengurus dan mencari nafkah bagi dia dan Ibu tercinta,
sang anak melihat foto Ayahnya dan mengatakan " AYAH kini AKU sudah BESAR, AKU menjadi seperti AYAH "
" TERIMA KASIH AYAH atas semua yang AYAH berikan KINI AKU menjadi ANAK yang HEBAT seperti AYAH."
sang Ibu berdiri disamping dan melihat foto suaminya dan terharu melihat anaknya sudah mandiri dan menjadi orang hebat.
sang anakpun berkata meski " AKU ANAK YATIM AKU bisa seperti ANAK LAIN yang memiliki KELUARGA LENGKAP "
Ibupun memeluknya dan bersyukur pada TUHAN YANG MAHA ESA karena memilki anak yang luar biasa.
 
kini sang anak dan Ibu menjalani hari - hari dengan senyum dan penuh bersyukur.
rasa sayang seorang Ibu kepada anaknya tetap berlanjut sebaliknya juga dengan sang anak tetap menyayangi Ibunya
dia merawat sang Ibu yang telah senja namun masih memiliki kekuatan untuk mendampingi sang anak.
Dia adalah IBU KU dan juga AYAH KU keduanya menjadi satu dalam
" RELUNG HATIKU "
sampai kapan pun AKU ANAK dari AYAH yang HEBAT dan IBU yang LUAR BIASA HEBAT .... !
 
 " SALAM RINDU UNTUK AYAH KU "
 
 
Ini adalah cerita tentang ANAK YATIM ....
                                                       ' KISAH NYATA DALAM HIDUP KU SENDIRI. '
 
BY. AWOMD

  • view 306