hujan

Awan jingga
Karya Awan jingga Kategori Puisi
dipublikasikan 29 Oktober 2016
hujan

Hujan hanya mengunjungimu sesekali

membasahimu dengan bulir bulir sejuk

mengalir dari bibir ranum mu

hingga ke sela rongga dada itu

 

Bersama petir mencumbumu di ruang kamar

lidah lidahnya seakan enggan padam

menjalar di ujung ujung jemari ranjang

apinya membakar penuh bajumu

 

Sesekali kau merindui hujan langit

membasahi dirimu di angan angan

sayapmu menggapai penuh harap

petir telah membakar kalap

 

atau kau ingin kan menjadi awan

menyatu dalam hujan

di segala sudut tubuh mulusmu

menjelma di titik titik bahagiamu;

 

bumi menunggumu pulang

di bilik dengan secangkir kopi tadi malam

hujan membutakan matamu

membasahi dahaga mataharimu...