MENYAMBUT HANGATNYA MENTARI

EMHA N AUTHOR
Karya EMHA N AUTHOR Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 Maret 2016
MENYAMBUT HANGATNYA MENTARI

Hilir mudik angin pegunungan semakin mendinginkan badan tapi tidak sedingin suasana kala itu yang begitu hangat dengn pemandangan gunung, bintang. Aku masih saja diam sesekali melirik wajah kekasihku yg kelihatan sayu layu mungkin karena kecapean karena ini pendakian pertama baginya. dan dari tadi hanya di temani obrolan ringan dengan sahabat, secangkir kopi yg mulai dingin, bara api yg begitu menawan dan hitungan bintang bintang berjatuhan.

"kamu nga tidur?" tanyamumematahkan keheningan malam itu?

"ehhh..... nga.... kalo aku tidu nanti yang njagain kamu siapa ? dan kalo kamu hilang aku nanti sama siapa coba ?" gurauku sambil kucampuri bumbu gombalan dengan tangan yg menarik selimut untuk menghangatkan badan kekasihku?

"ya udah kalo gitu aku juga nga tidur lagi" jawabmu?

"udah kamu tidur aja lagi nanti kalo udah jam 4 aku bangunin kog" suruhku sambil menepuk nepuk pahaku mengisaratkan dia untuk kembali tidur bealaskan rumputdan berbantalkan pahaku. ah serasa kaya di filem india saja pikirku

"nga ahhhh" jawabmu sambil membenarkan jaket agar angin tidak tembus kebadan?

"kenapa emang ?" tanyaku?

"aku mau nemenin kamu aja kayanya asyik liatin pemandangan dan bintang yang berjatuhan" awabmu sambil menyandarkan badanbu ke badanku yg diikuti oleh kepalamu menyandar pada bahuku?

"ehhhhhhh. itu ada bintang jatuh." katamu sambil menunjuk ke langit yang cerah dan tanpa pikir panjang akupun angsung respon mengikuti arah petunjuk dari jemarimu.

"kamu ngapain" tanyaku penasaan?

"ktana kalo abis liat bintang jatuh dan kita berdo'a maka do'a kita terkabulkan" jawabmu sok tau

"emag kamu do'anya minta apa ?" tanyaku lugu?

"ahhhh kamu ini kepo hahaha ........ yang pasti do'a yang terbaik untuk kita berdua " katamu sambil mencubt hidungku sepeti kebiasaanm jika kita bertemu

ahhhh entah instrumen apa yang pas yg bisa membawa suasana jadi lebih indah hayalku sambil menatap wajahnya?

"itu sudah molai kelihatan " teriak salah satu pendaki memecahkan obrolan dan guroan kami yang spontan kami berdiri dan berlari menuju bukit yg lebih tinggi agar bisa menikmati sinar mentari pagi?

"makasih ya sayang udah mau nemenin aku menikmati hangat mentari pagi dihiasi buikt bukit nan tinggi, aku senang bisa menikmati pagi ini bersama mu " katamu sambil menengok ke wajahku yang dari tadi memandang kedepan melihat saangmatahari yang sebentar lagi akan muncul

"iya sayang aku juga sama bahagiana sepetimu " jawabku sabil kembali mengelus bahunya aga sedikit terasa hangat .

dengan berdiri badan saling bersanda dan tangan kiri memeluk badan satu sama lain sedangkan tanga kanan saling berpepegangan sunguh dinginya gunung terpecahkan oleh hangatnya suasana hati yg begitu bahagia menjemput matahari yang sebentar lagi menanmpakan keindahannya di pagi hari.?

  • view 120