Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 19 Maret 2016   23:32 WIB
MERINDU PUNCAK PRAU

"Kita hampir sampaikan yang?" katamu padaku dengan nafas terengah engah karena pendakian petang itu.

"iya sayang kit hampir sampai tingal melewati satu pos lagi kog. gimana masih kuat untuk sampai di puncak?" tanyaku yang hanya dijawab dengan angukan kepala?

Setelah hampir empat jam lamanya kami melakukan pendakian akhirnya ai pun sampai di puncak gunung prau anga pada saat itu persis malam minggu dan cuaca yang mendukung tentuna walaupun pada saat pendakian sedikit terhenti karena gerimis yang turun.

"loh tendanya mana kog nga ada ?" cetus vira kekasih sahabatku.

"ditas ang satunya mungkin, coba periksa dulu."cetusku

"nga ada ram tendanya nga ada di tas satunya, aduh iya ram aku lupa tadi pas mauberangkat lupa tendanya aku masukin ke bagasi mobi terus lupa nga di masukin tas sebelum turun dari mobil." cetusnya dengan wajah tak bersalah seperti biasanya?

"Aduh gimana ini masa nga pake tenda." keluhan viraatas kecerobohan kekasihnya?

"Udah kita nikmati aja pemandangan di puncak nga usah pake tenda, coba lihat ke atas akan terasa indah jika kita memandang langsung bintang bintang di atas dengan posisi tiduran tanpa penghalang bukan" kataku sambil melakukan posisi duduk dg wajah melihat ke atas. MErekapun mengikuti saranku tanpa mengeluh.

Entah apa yang aku rasakan pada saat itu senang karena akhinya smpai dipuncak dengan pemandangan bintang bintang dilangit yg begitu terang dan juga karena kekasihku yang tanpa aku sadari dari tadi berbaring persis disampingku dengan tangan g memegang erat tanganku, tapi ada rasa kecewa karena tak ada tenda untuk beristirahat sejenak menunggu munculnya matahari di ujung timur tapi tak apalah aku nikmati semua itu dengan senang hati tanpa rasa pegal yang tadi sempat hingap dibadan.

"bagus ya yang pemandanganya ?, andaikan kita bisa bisa menikmati indahnya malam seperti ini setiap hari."cetusmu memecahkan diam dalam kedinginan malam?

"iya yang, memang indah akupun berkhayal seperti itu tapi rasanya tak mungkin karna setelah ini aku harus kembali ke semarang." jawabku sambil merubah posisi menjadi duduk dengan kedua tangan menyikap lutut untuk mengurangi dingin yang mulai terasa menusuk

"yah....... kita akan terpisah oleh jarak lagi deh." katamu dengan nada yg tidak semangat. aku hanya menghela napas, dan dia merubah posisi duduk mengikuti posisiku tapi dengan kepala disandarkn dibahuku.

"sabar aja yah..... toh aku disana mencari ilmu bukan bersenang senang berfoya foya." kataku sambil mengelus ngelus pundaknya memberi semangat agar tetap tersenyum?

"Iya..... kamu nanti baik baik ya di sana jangan main mata loh!!! awas kalo sampai main mata aku tendang pantatmu nanti." guraunya memecahkan keseriusan obrolan

Kamipun kembali tediam hanya sesekali berbisik meminta dihangatkan, ahhhh entah bagaimana lagi mengungkapkan kebahagiaan yg terasa dimana hilir mudik angin membuat bdan menggigil dengan pundak disandai kepala, tangan yag memeluk badan, dan latar belakang pemandangan gunung sindoro dan sumbing begitu memanjakan kami.?

Karya : EMHA N AUTHOR