Teringat akan dirimu

EMHA N AUTHOR
Karya EMHA N AUTHOR Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 18 April 2016
Teringat akan dirimu

 

 Aku masih mengingat momen itu dimana kata tak banyak terucap namun merasa bahagia dalam benak bisa menghadiri acara pertama kopdar inspirator meski harus naik turun tangga menyebrang rel kereta, bolak balik naik kereta, berdesakan dalam kereta, dan kecopetan pula, tapi selain semua itu ada cerita dibalik perjalanan menuju acara. yah dia si gadis sendu berkerudung abu abu yang namanya tidak tahu yang mengingatkan akan kekasih dalam diamku.

 "setasiun tawang" tulisan terpapangjelas dilihat mata berletakan di atas jendela setasiun kereta aku masih belum percaya dan membayangkan seperti apa acaranya, tak mau mengulur waktu aku memutuskan masuk keruang tungu yang sendari tadi sudah ada beberapa penumpang duduk di peron1 menunggu kedatangan kereta. aku melihat sekeliling yang sendari tadi merrekapara penumpang asyik memainkan smartphonya tanpa memperdulikan sampingnya, dengan menghadap timur aku memposisikan duduk disebelah pemuda perbadan gemuk. aku mengambil bekalku(buku) untuk kujadikan teman menungguku.

"permisi mas" gadis sendu ber kerudung abu abu meminta ijin untuk duduk persis berhadapan denganku karena disamping itu faktor tempat duduk dihadapan pak genut sudah diisi oeh wanita berwajah keturunan cina

"oh iya silahkan" tuturku sambil menutup buku sebentar dan memperhatikan wanita berkerudung abu abu itu. aku terus melihatnya tanpa sepengetahuanya juga karena faktor duduk berhadap hadapan, dia balik memandangiku aku memalingkan wajahku menutupi kegiatan memandangi wajah sendu itu. melihat gadis senduitu aku jadi teringat akan kekasih dalam diamku cunong sebut saja nama kekasih dalam diamku itu, ya wajahnya sangat mirip dengancunong denagan tingi badan yang cukup ideal pipi agak bongsor alias tembem, hidung yang mancung kedalam dan yang membuatku tak percay dia juga punya tailalat dibawah mata sebelah kanan berukuran tinta pena sat dititikan kedalam buka dan tampak tidak jelas kalo dari kejauhan sama persis dengan cunong hanya saja gadis sendu itu berbadan agak gemuk tapi bentuk wajahnya sama persis

"hati-hati dari jaur satu masuk dari arah timur ka.brantas tujuan akhir stasiun pasar senin" petugas setasiun menginggatkan.

keratapun kini sudah didepan mata tanpa pikir panjang pula aku memalingkan pandangan mata dan berdiri untuk bersiap menaiki kereta sambil menengok ke gadis sendu yang ternyata tanpa kusadari setelah mencari keberadaanya dia sudah berdiri persis di sampigku aku kaget dan menahan malu karena menurutku dia tahu kalo aku terus memperhatikanya. keretaapun berhenti aku langsung menaiki keretasetelah dibukakan pintu tapi sayang tak seperti yang diharapkan gadis sendu itu justru melangkah menjauh keutara menuju gerbong 4 sedikit kecewa tapi tak apa setidaknya aku sudah melihat wajahnya tadi batinku

gerbong tiga nomer 19c itu tempat duduku dan aku sudah duduk di tempat itu dan menunggu keberagkatanjuga menanti2 siapa yang orang yang akan duduk berhadapan denganku, tak terduga bagai ikan berkepala lele yang mengegerkan, ternyata dia gadis sendulah pemilik tempat duduk dihadapanku, tapi aku sudah terpaku dengan buku membuatku kaku untuk menegur bacaanku, tanpa kusadari diapun curu curi pandang terhadapku ya aku tahu itu karena setiap kali aku menoeh ke arah depan dia langsung mengalihkan padangan sama persis seperti yang kulakukan tadi di ruang tunggu, jampun berlalu tibalah keretaa disetasiun pemberhentian terakhirnya.

singkat kata singkat cerita acarapun berlalu dan waktunya aku kembali kekota keberangkatanku dengan membawa hadiah dvd dan buku buku, dengan keringat di kepala dan bau pengap menyengat aku terus mengatri giliran untuk bisa masuk ke ruangtungu sambil pemeriksaan tiket oleh petugas, sejam berlalu akupun kini sudah di ruang tungu dengan sedikitguyuran hujan pada sat itu cukup untuk mengurangi gerahku, tepat sebelum keberangkatan kembali aku bertanya dalam ati siapa orang yang duduk di sampingkuku persis digerbong dan kereta yang sama seperti keberangkatan hanya saja nomer tempat duduk yang berubah menjadi 21c aku kembali ternganga dalam hati ketika aku melihat gadis memakai baju warna biru dengan kerudung berwarna abu abu bermotif corak warna merah, ya dia adalah gadis sendu itu aku bertanya tanya dala pikiran "apakah ini disengaja atukah ini sudah diatur olehNYA". kenapa kembali gadis sendu itu yang menggingatkanku akan kekasih diamku itu

dalam perjalanan malam aku memilih diam sambil membaca buku "ROTI UNTUK HATI" yang diberikan panitia.

"kamu aslanya mana" kudengar sura itu yang tanpa aku sadari pertanyaan itu dilontarkan gadis sendu kepadaku

"seeeeemarang" jawabku agak gugup dan cuek tanpa balik bertanya

itulah sedikit obrolanku dengan gadis sendu karena aku terlalu fokus pada buku tanpa memperdulikan samping dan depanku. Dua jam berlalu aku meras badan dan bahuku terasa berat, cepat aku memalingkan kepala ke samping yang ternyata sandaran badan dan kepala gadis sendu di bahuku, aku hanya terdiam bingung harus bagaimana apakah aku harus membangunkan gadis sendu itu ataukah membiarkan gadis sendu itu tidur dalam sandaranku, akupun memilih membiarkan dia tidur di sandaranku, karena yang aku bayangkan bukan gadis sendu tapi yang aku bayangkan kekasih dalam diamku.

seperti kala itu dimana kekasih gelapku tidur dalam sandaranku di gunung prau kala dan juga ketika dia bersaandar dan memeluku sambil menangis dan meminta maaf padaku yang sebenarnya kala itu bukan kesalahanmu aku memandang wajah gadis sendu itu sambil berkata dalam hati " cunong gimana kabarmu sekarang sudah lama kita tidak bertemu bahkan kemarin tanggal tujuh aku pulangpun kau tak mau bertemu apakah kau sebenci dan sekecewa itu, cunong aku membayangkan gadis sendu ini adalah dirimu karena perasanku masih padamu dan aku berharap kita bis kembali seperti dulu, andai saja ini dirimu pasti sudah ku peluk erat". tanpa sadar matakupun ikut terpejam dimakan malam dan bermusikan gemuru roda kereta yang berputar.