Kosongtujuh kosongempat

EMHA N AUTHOR
Karya EMHA N AUTHOR Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 April 2016
Kosongtujuh kosongempat

   "peringatan kembali bagi penumpang kereta api kaligung mas tujuan st.welwri, st.pekalongan, st.pemalang dan, berakhir di st.tegal untuk menaiki kereta karena 5 menit lagi akan diberangkatkan" terdengar suara dari luar gerbong petugas setasiun mrnyerukan peringatan, entah pada saat itu suasana sepertia apa aku tidak tau persis karena aku hanya memandang kosong melihat dari balik jendela kereta, yang hanya ada dalam pikiranku adalah kosong tuju kosong empat yah yang bisa dikatakan tanggal tujuh bulan april itu adalah tanggal diman kita jadian. aku masih ingat saat itu yaitu hari kamis pukul 14 : 46 dimana kita memutuskan untuk bersama meski pada awalya kita belum pernah bertemu hanya komen komen lewat sosmed tapi itu semua tidak mengurungkan niat kita untuk bersam meski jarak yang terhitung jauh tidak bisa sering bersama seperti yang lainya hanya bisa balas balasan sms dan ngobrol lewat telefon, tapi kita jalani hari hari tersebut dengan penuh cinta dan kasih sayang, dan aku masih ingat ketika kamu protes karena kata ktaku yang tidak begitu romantis. 

"tottttttttttt"suara klakson menderu deras pertanda keeta akan segera diberangkatkan, aku hanyamenoleh sebentar kesamping sambil menyapa penumpang yang duduk di sampingku. selama perjalanan aku hanya bisa mengharapkan pada tanggal itu aku bisa bertemu denganmu da aku berharap bis mengullang kebersamman kita seperti dulu. tanpa sadar kereta api telah berhenti di kota tujuanku aku bergegas turun dari kereta aidan keluar dari setasiun.

"ini mas." sambil menyodorkan satu lembar uang sepuluh ribu dan lima ribu sebagai tanda upah pengantar ke tujuan, kembali terbesit dalam piiran ketika bersamamu karena sepanjang jalan inilah jalan yang kita lewati bersama saat kebersamaan mengiringi kita, tapi yang sanggat aku tugu tuggu yaitusebuah bangunan masjid di pingir jalan raya ber warna hijau dan kramik berwarna merah dimana disiu dulu kita memilih beristirahat dan solat berjama'ah sebelum melanjutkan perjalanan kita.

"mas sudah sampai" seorang ber badan agak tegap dengan kumis yang samar terlihat membangunkan lamunan dan mengisyaratkan agar turun dari mobil karena sudah sampai ada tujuan

"selamat datang, semoga kita bisa bertemu dan kamu bisa menerima kata happy aniversary dariku" kataku dalam hati sambil menegakkan pandangan yang sembari tadi layu.

"aku pulang menepati janjiku padamu kala itu apakah kita bisa bertemu" pesan yang ku kirim lewat hanphonku, lima menit aku menugu tapi beberapa kali aku mengintip jendela hanphonku tak ada ikon bergambarkan amplop surat atas namamu, tapi hampa ternyata selama duaharipun aku tak mendapatkan jawaban darimu, akupun mulai berpikir apakah aku hrus mendatangimu secara langsung kerumahmu, rasanya tidak mungkin.

"happy aniversary" aku tulis kata itu di layar hanphon sambil berpikir untuk menekan tombol kirim ke nomorme atau tidak tanpa pikir panjang dan tanpa berpikir akan mendapatkan jawaban atau tidak aku langsug menekan tombol kirim kenomormu yang diikuti pemberitahuan terkirim muncul di layar hape setellah beberapa detik, aku letakan hanpnku diatas meja kubaringkan badan di lantai dengan harap harap cemas.

"derrrrttttt" suara yang tercipta dari getaran hanphon yang berkolaborasi dngan meja menandakan ada pesan masuk dari hanphonku, dengan hati berdebar wajah penuh kepanikan tapi bibir tersenyum lebar dalamhati aku mengharapkan itu pesan balasan darimu, aku berjala dengan erasaan yang bercampur padau menjadi satu, dengan tangan bergetar aku menyambar hanpon yang berada diatas meja lalu ku tekan tombol bika aku bahagia karena itu balasan darimu.

"happy aniversary juga aku menghargai itu aku tau kau masih berharap kita bisa bersama lagi tapi maaf tidak biasa" bagai pagi yang tak bertemankan sinar matahari dan petir yang menyambarmerubah suasaana 

"baiklah kalo begitu tapi aku minta izin untuk tetap mencintai dan menyayangimu sama seperti dulu" balasku 

"nga boleh"njawabmucuwk

"kenap ? kenapa tidak diizinkan tolong beri aku alasan agar aku bisa menerima keputusanmu itu" aku hanya bisa mengambil nafas berlahan sambil mengmbil posisi duduk sembari menunggu balasan darimu tapi apalah daya lama ku menunggu tapi tak ada jawaban darimu aku hanya terdiam dengan satu pertanyaan "kenap?".

sampai saat inipun aku belum mengetahui kenapa tapi tanpa alsan darimu akupun tidak memiliki alasan jika aku harus beralih hati kehati yang baru memang sudah sempat aku mencoba tapi nyatanya tidak bisa, 

*untukmu dariku semoga kau baik-baik saja dikejauhan sana maaf jika aku lantang tetap mencitai dan menyayangimu.

  • view 94