JEJAK diRINDU #pengadaptasian

EMHA N AUTHOR
Karya EMHA N AUTHOR Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Maret 2016
JEJAK diRINDU #pengadaptasian

? ?Hampir setahun sudah aku jauh dari keluarga demi mengabulkan permintaan orang tua yang sebenarnya berbalik dengan keinginanku, tapi mau bagaimana lagi aku hanya seorang anak yang dituntut untuk birrul walidain. dan akupun tak mungkin menolak keinginan belia karena beliaulah yang membesarkan mendidik berjuang dan masik banyak lagi yang iya lakukan demia seorang anak ingusan ini. pagi ini tidak bertemankan sinar mentari yang ada hanya langit yang menghitam juga air yang menetes terus menerus, dan ya seperti biasanya aku harus berpakaian rapih bersepatu dengan pasangan kaoskaki, buku buku dalam tas, bulatan panhang kecil yang disebut bulpoin. tanpa memikirkan air hujan yang turun aku melangkahkan kaki ketempat yang saat itu bagiku tempat yang membosankan karena bertemu dengan wajah wajah itu saja tanpa ada keindahan didalamnya.

jalan kali ini basah, lalu lalang siswa juga terlihat tidak terlalu padadt kaya biasanya, ya mungkin karena grimis yang turun membuat mereka malas berangkat, tapi entah mengapa aku selalu saja mengikuti arus yaitu setengah tuju harus sudah siap berangkat kesekolah tanpa ada keluhan yah karena yang terliantas dalam kepala hanya mengabulkan keinginan orang tua mungkin

"pagi pak....." sapa seorang siswi kepada penjaga sekolah yang baru saja membuka gerbang dan dijawab hanya dengan senyuman dan angukan.

sesampainya di sekolah aku langsung menuju kelas yang berada di lantai dua paling pojok sebelah utara, dan langsung membuka pintu disambut oleh beberapa kursi, meja, sepidol, penghapus, juga papan tulis yang masih meningalkan tulisan sisa kemaren, mungkin mereka lupa menghapusnya

tanpa pikir panjang aku meletakan tas dan mengambil posisi duduk menatap kosong kedepan tanpa ada pikiran apa apa kosong tak berisi

setelah beberapa menit tanpa ku sadari kelas mulai terisi oleh siswa siswi dan seperti biasa bela tak berbunyi saat cuaca seperti ini, kelas mulai ramai oleh obrolan siswa siswi ada yang membahaas pelajaran ada yang ngrumpi dan banyaklah.

"baiklah kalo begitukerjakan dirumah besok kita bahas" kata bu nurul yang tanpa bosan slelalu dan selalu memberi tugas tanpa henti entah apa yang di cari sampai terus menerus menyuruh kami mengerjakan tugas.

"iya bu..." suara sebagian siswa menjawab aku hanya terdiam sambil menutup buku penuh aksara dan angka?

"baiklah kalian boleh istirahat wassalamualaikum wr.wb" kta umum yang sering di ucapkan para guru untuk menutup jam pelajaran

"tetttttt" alunan suara bel mengema memberikan sedikit kebahagiaan bagi kami, dan suara kursi bergores dengan keramik pun terdengar bak irama.

aku masih duduk pada pisisiku dengan tatapan kosong yang hampir setahun aku lebih memilih menjadi pendiam tidak bergurau mengobrol dengan teman meski sering kali dia ajak ngobrol aku lebih suka diam pada saat itu karena pada saat itu aku masih belum bisa bahasa daerah.?

"ram kekantin yuk" ajak ulya sembari mendekat ke tempat duduk

"nga ah ul males" jawabku tanpa pikirpanjang. yah hanya ulya lah stu satunya yang menjadi temanku pada saat itu karena aku ngan berkumpul lebih suka menyendiri

"Ram jangan lupa nanti latian setelah jam pelajaran usai " suara rosa terdengar memecahkan lamunanku sembari dia melangkah mendekat dan duduk disampingku,dan mulai pada siang itu pelajaran kosong aku masih mengobrol dengan nya yah ngobrol dari hal kecil si tapi itu awal pengadaptasiaku.

  • view 87