Respect, Belajar Memahami Tanpa Harus Menjadi

Faizah Aulia Rahmah
Karya Faizah Aulia Rahmah Kategori Psikologi
dipublikasikan 24 Januari 2016
Respect, Belajar Memahami Tanpa Harus Menjadi

Yang memaafkan pertama kali bukan berarti yang merasa dirinya paling bersalah. Ia lebih menghargai jalinan pertemanan yang sudah dibangun daripada menunggu siapa duluan yang meminta maaf, lalu masalah tidak terselesaikan,?hingga akhirnya ia bersedia mengalah.

Yang selalu ada untukmu setiap kali kamu membutuhkannya bukan berarti orang yang tidak sibuk, tidak memiliki urusan yang penting untuk diselesaikan. Ah kamu jangan bercanda, mana mungkin orang tidak memiliki urusan yang penting. Tapi, diatas kepentingannya itu,?ia tetap menyediakan waktu untuk memberimu dukungan agar kamu tetap berada pada jalur yang seharusnya, dan percaya bahwa kamu tidak sendiri.

Ah iya, atau mungkin ia pernah merasakan ketidakhadiran seorangpun saat dia sedang membutuhkan dukungan, sehingga ia tidak mau kepahitan itu juga kamu rasakan. Hanya saja, kamu juga harus peka, tahu kapan harus meminta dan tidak menuntut, dont take it for granted.

Kamu suka ditraktir ? Semua orang suka.

But hey, yang ?mentraktirmu bukan barang pasti bahwa ia termasuk orang yang memiliki harta berlebih, sehingga ia bingung menghabiskannya. Lagi-lagi ini tentang?penghargaan terhadap hubungan yang sudah dijalin, ia lebih memilih melihat kebahagiaan tergurat di wajah kerabatnya dengan cara yang tidak biasa dilakukannya. Jangan menganggapnya sebagai sebuah kebiasaan yang ia miliki.

Setiap orang punya caranya ?masing-masing untuk menunjukkan kepeduliannya, dan kita tidak harus mengikuti?hal-hal yang sama untuk menunjukkan kepedulian kita.

Si pemberi, tidak menuntut kalian melakukan hal yang sama kepada dia, just dont make them do it everytime, terlebih jika kamu tidak tahu kesulitan apa yang dia alami.

Respect.

  • view 246