Negeri Kucing

Negeri Kucing

Aulia Chairunnisa
Karya Aulia Chairunnisa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Februari 2016
Negeri Kucing

Negeri Kucing adalah negeri yang terletak diujung barat negara Kuya. Negeri ini kecil tetapi ramai akan kucing-kucing yang ramah. Disana hidup kucing-kucing yang saling bertegur sapa, tersenyum menatap penghuni baru dan membagi biskuit menjelang malam tiba. Negeri Kucing tahun ini mengalami peningkatan penduduk. Presiden Ambert amat senang mendengar kabar dari anak buahnya. Ibu Beta yang duduk disamping Presiden Ambert ikut tersenyum mendengar kabar bahagia itu dipagi hari setelah sarapan selesai.

Presiden Ambert memiliki dua anak bernama Kiva dan Kila. Mereka kembar. Lahir pada hari Senin, 14 Januari 2000. Mereka diasingkan di desa terpencil dari kota. Ibu Beta setiap seminggu sekali selalu mengunjungi desa tersebut. Membuang rasa rindu yang telah berkecamuk dalam diri. Presiden Ambert sendiri selalu datang sebulan sekali karena ia adalah orang penting dalam negeri Kucing. Ia memiliki tanggung jawab yang besar di negeri Kucing. Ia bisa mengunjungi sebulan sekali juga karena ia kerap menggunakan hari liburnya untuk bekerja.

Kiva memiliki paras yang cantik seperti ibu Beta sedangkan Kila menuruni wajah tampan Presiden Ambert. Mereka tinggal bertiga bersama ibu Desi yang ditugaskan untuk mengasuk mereka sejak mereka kecil. Kiva dan Kila hanya 3 tahun merasakan tinggal di Istana. Selebihnya, mereka tumbuh dan besar di desa terpencil yang beranam desa Kupa.

Dirumah yang sederhana itu mereka menghabiskan banyak waktu untuk belajar, belajar dan belajar. Kerap mereka adu cekcok lantaran hal sepele. Selebihnya mereka akur-akur saja. Biasanya tiap pukul empat pagi, keduanya dibangunkan oleh ibu Desi untuk membantunya mencari kayu bakar dan belanja di pasar. Biasanya yang mencari kayu bakar adalah Kila karena dia laki-laki dan ibu Desi dan Kiva akan belanja i=di pasar yang letaknya lumayan jauh dari rumah mereka.

Kila membasuh mukanya. Bulu-bulu dibagaian wajahnya basah. Mata kuning cerahnya sedikit mengantuk. Ia mengambil obor dan segera memasuki hutan yang letaknya dibelakang rumah mereka. Ibu Desi dan Kiva segera berangkat menuju pasar. Mereka berjalan kaki. Tiap bertemu dengan kucing lainnya, mereka akan bertegeur sapa, saling membalas senyum dan menyakan akan pergi kemana. Selalu begitu. Senang sekali tinggal di negeri Kucing karena warganya masih alami. Masih ada rasa peduli satu sama lain dan hal ini membuat banyak kucing yang tingal di negeri lain pindah ke negeri Kucing. Tentu hal ini amat dibanggakan oleh Presiden Ambert. Negeri Kucing masih terbilang baru karena masih sedikit penduduk dinegeri ini. Masih kental budaya yang mengalir dari desa ke desa.?

"Bu, mama jadi kesini 'kan?" tanya Kiva saat perjalanan. Mereka mengangguk dan membalas senyum kucing Hero yang berjalan diseberang jalan. Ibu Desi menoleh pada Kiva, anak yang ia urus sejak kecil. Rasa-rasanya ia amat sangat menyayangi putri Presiden Ambert ini.

"Tentu, sayang. Mamamu sudah mengirim surat. Kau tak mambacanya?"

"Mama mengirim surat, Ibu? Aku tidak tau." Ucap Kiva. Senyum merekah menghias wajahnya. Ia melonjak kegirangan. Ia senang. Senang mendengar kabar mamanya akan berkunjung. Ia sudah rindu pada orang yang melahirkannya di dunia. Mama, Kiva rindu.

"Aku akan membacanya, bu. Ibu ayo segera kita belanja dan memasak untuk mama Kiva."

"Dan mama Kila juga." Ucap ibu Desi. Senyumnya tak terelakkan. Ia amat sangat suka melihat senyum Kiva. Rasanya dunia damai hanya melihat senyum itu.?

Kila Putra Ambert. Ia masih dengan sisa kantuknya menelusuri hutan yang sudah ia hafal sejak kecil. Sejak kecil ibu Desi sering mengajaknya ke hutan sekedar untuk mencari kayu, mengambil buah dan sayur atau sekedar duduk bersandar pada batang yang lebar. Ditangannya sudah terdapat beberapa batang kayu yang ia temukan ditanah yang ia pijak. Suara gong-gonggan srigala tak membuatnya takut. Desa Kupa sudah sejak lama berdamai dengan hewan hutan. Mereka tak akan menganggu jika kita tak menganggu. Itu kata-kata ibu Desi yang Kila selalu ingat. Ia berusaha tak mencari masalah dengan hewan hutan.?

Rasa-rasanya kayu yang ia temukan sudah banyak. Segera ia ikat dan ia taruh dipunggungnya. Berjalan sedikit membungkuk keluar dari hutan. Hari sudah cerah saat ia sampai ditepi hutan. Sinar mentari menyambutnya keluar dari hutan.

Sampai dirumah sederhananya ia menyimpan kayu dalam gudang dan mengambilnya beberapa untuk memasak nanti.

"Aku pulang." Teriak Kiva dari depan rumah. Segera ia membuka pintu dan berlari menuju meja kecil. Meja tempat diamna surat-surat dari mama papanya tersimpan.?

Kertas belogo istana. Surat dari mama.?

Dear anak-anakku. Kiva dan Kila.

Bagaimana keadaanmu disana, nak? semoga kalian selalu baik-baiok saja.

Mama mengabari kalian bahwa besok mama akan berkunjung. Mama dan Papa amat merindukan kalian. Kata ibu Desi kalian tambah rajin belajar? Bagaimana hasil sekolah kalian minggu ini? Mama seneng mendengarnya. Papa membelikan kalian buku-buku baru. Papa berjanji akan ikut kesana bersama mama minggu depan. Masih banyak kalimat-kaliamat yang ingin mama tulis untuk kalian. Tapi mama harus membantu papamu bekerja, nak. Nak, jaga kesehatan selalu, ya. Hormati ibu Desi seperti kalian menghormati mama dan papa. Kiva, kata ibu Desi kau banyak disukai pemuda didesa Kupa, ya? wah, bagaiamna rasanya jadi bunga desa? Tapi kata ibu Desi kau masih cuek-cuek saja. Kila, Kata ibu Desi kau memenangi lomba sains lagi, ya? Mama amat senang mendengar kabar ini, nak. Mama ingin lihat kau lomba tapi keadaan di istana tak memungkinkan, nak. maafkan mama dan papa, ya. Tunggu mama di akhir pekan, sayang. mama amat menyayangi kalian.?

Dari,

Beta.

?

  • view 379