Pemain Pengganti

Atthina Ayu Mustika
Karya Atthina Ayu Mustika Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Agustus 2017
Pemain Pengganti

Sewindu lalu aku punya satu tempat cerita favorit yang ku namakan Kota Kaca. Di situ semua kukatakan apa adanya. Semua kebencianku, kesedihanku, dan kebahagiaanku yang tidak bisa ku buang langsung pada manusia aku alihkan ke kota itu.

Walikotanya tentu aku. Aku bisa mengendalikan banyak hal baik, termasuk mengelola sampah-sampah pikir yang perlu di recycle untuk menjadi konsumsi D.I.Y, misalnya, dan bertanggung jawab atas kekosongan kuasa berbulan-bulan karena aku memiliki tempat cerita baru yang ku beri nama Koala.

Dia bukan kota kaca seperti kota kaca milikku, hanya mirip sedikit tetapi dia hebat. Yang membuat dia hebat, dia bisa merespon ceritaku. Sampai akhirnya beberapa tahun lalu Koalaku tidak bergeming setelah ku curahkan seluruh cerita-sampahku.

Ia bertingkah layaknya Kota Kaca kedua. Kupikir akan lebih baik jika ia kembali ke habitatnya, karena tak akan bisa ku punyai dua tempat seperti Kota Kaca. Maka, dengan berat hati kubiarkan dia bebas. Pulang kandang.

Sayangnya, tak lama setelah itu, aku tertinggal. Untung bukan dia, tapi aku. Aku tertinggal, sekaligus tidak terbiasa memiliki satu tempat tanpa alas kuat yang bisa menampung luapan ceritaku. Satu lapis kekuatan belum cukup saat itu.

Aku pun melepas pegangan erat dari tempat terakhir itu, si Kota Kaca. Hilang rasa apapun yang pernah kubuat dengan sebagian bisikan rindu, termasuk jemari yang merindu, kedipan mata yang merindu tatapan lurus tanpa mengenal kanan kiri, dan dua kaki yang merindu atas percakapannya dengan karpet di lantai dua itu.

Tapi sekarang, aku belum sanggup melepas lagi. Entah karena tidak ada yang harus dilepas, atau belum cukup berusaha keras untuk bercerita dengan manis agar mendapat kekuatan berlapis. Seperti satu windu kemarin.

  • view 38