Manusia Berhati Iblis Itu Nyata, Bukan Sinetron Belaka

Atiya Fauzan
Karya Atiya Fauzan Kategori Renungan
dipublikasikan 15 Agustus 2016
Manusia Berhati Iblis Itu Nyata, Bukan Sinetron Belaka

Pernahkah kalian tersenyum namun dibalas oleh wajah masam?
Pernahkah kalian menyapa namun dibalas suara bisu?
Pernahkah kalian mengulurkan tangan namun dibalas penolakan?

Jika iya, bersabarlah. Karena sabar adalah sifat manusia, sedangkan dendam, benci, dan amarah adalah sifat iblis.

Jika kalian manusia berhati malaikat namun dibalas manusia berhati iblis, cukuplah mendoakan kebaikan atasnya. Jika diladeni, sama saja, sifat iblis akan merasuki kalian juga.

Bersabarlah. Seberapapun seseorang benci pada kalian (yang terpenting kalian tetap memiliki cinta untuk mereka) dan Allah Maha Tahu serta Maha Mendengar segalanya, termasuk doa kalian, doa orang-orang yang di dzalimi.

Percayalah, ada 'balasan' di setiap cinta kalian untuk mereka. Begitu pun sebaliknya, ada 'balasan' pula disetiap kebencian dan kedengkian mereka untuk kalian. Karena Allah sudah mentakdirkan akibat untuk tidak pernah salah memilih sebabnya. Tidak di dunia, masih ada akhirat. Percayalah...

Sinetronkan kehidupan kalian lebih positif lagi. Jika dalam sinetron ada manusia berhati iblis yang suka mendzalimi manusia lain, bukankah dalam sinetron juga ada manusia berhati malaikat, yang meski didzalimi bertubi-tubi, ia tetap sabar, tersenyum, serta menebarkan cinta.

Menutup alenia ini, tetaplah jadi pribadi (manusia) yang haus kebaikan dan tetap berdiri kokoh untuk berbuat baik dengan mengalahkan iblis. Tidak rugi menyimpan cinta, dan tidak untung menyimpan benci. Selamat siang sahabat...

  • view 469