Bertengkar Indah Denganmu, Suamiku

Atiya Fauzan
Karya Atiya Fauzan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2016
Bertengkar Indah Denganmu, Suamiku

Di hari yang masih muda bagi kita (belum setahun), ternyata kita sudah bertengkar. Tapi percayalah, itu adalah pertengkaran paling indah bagiku. Bagaimana tidak, aku yang bersalah, namun engkau yang mengaku kalah. Aku yang emosi, engkau yang diam penuh kedamaian. Lantas dengan siapa aku harus memanjangkan pertengkaran kala itu? Aku hanya berkoar-koar sendiri, penuh pembelaan. Sedangkan engkau? Terdiam, menantiku untuk mengalahkan setan. Dan pada akhirnya aku turut diam, emosiku meredam, engkau tersenyum, mendekapku, dan berkata, "Maafin abi ya mi... Jangan marah lagi, abi sayang sama umi. Ayo wudhu..." suara yang lembut penuh kasih.
 
Aku terperanjat hebat. Romantisme yang aku nikmati dalam film dan novel selama ini, benar-benar nyata kisahnya, dan hal indah itu ada dalam kisah hidupku. Aku menangis haru bercampur bangga.
 
Mungkin hanya aku yang menganggap hal itu pertengkaran, nyatanya bagimu itu hanyalah pengekspresian sifat alamiahku yang sedikit sensitif. Begitulah engkau, memaklumi segala kurangku, karena begitulah yang harus dilakukan ketika mencintai seseorang, begitu katamu.
 
Hingga pekan kesekian, hal sederhana yang ku sebut pertengkaran, dengan posisi aku yang meluap dan engkau yang meredam, mungkin adalah rasa sinetron yang baru kita alami.
 
Izinkan aku menyebutnya pertengkaran indah di antara kita, walau sebenarnya lebih tepat pertengkaran antara aku dan egoku. Hehehe...
 
Terima kasih telah meluluh lantakkan emosiku...
Terima kasih telah membantuku mengusir setan peniup emosi...
Dan,
Terima kasih telah menghadiahiku pertengkaran yang begitu indah serta sarat akan pembelajaran...
 
Hanya dalam teori aku menguasai segala hal kehidupan berumah tangga bahagia untuk menuju surga. Dan prakteknya? Kita belajar bersama, aku dan engkau. Jika esok hari engkau bertengkar dengan egomu sendiri, aku akan memelukmu dan berbisik lembut tentang kalimat yang ditakuti setan. Percayalah...

 

  • view 225