Rindu Bapak

Atika Nirmala
Karya Atika Nirmala Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 September 2016
Rindu Bapak


Rindu Bapak

Bapak...
Kangen Bapak...
Sudah dua bulan, belum pulang ke rumah, ke Jogja. 
Dapat penempatan sementara di Ajibarang Banyumas, menjadikan saya harus menjadi anak rantau (lagi). Sebenarnya sudah diagendakan pulang sebulan sekali, tapi ternyata rencana Allah lain, belum ditakdirkan pulang dua bulan ini.

Bertugas di RSUD, tidak terbayangkan sebelumnya. Kuliah di kedokteran pun, dulu bukan menjadi cita-cita utama. Mungkin lebih ke faktor bapak ibu. Dulu lebih ingin kuliah di bidang gizi atau matematika sebenarnya, tapi bapak ibu menyarankan ambil kedokteran. Akhirnya mengikuti SNMPTN dan diterima di jurusan Kedokteran di salah satu PTN di kota Solo. Kakak juga, cenderung ingin jurusan komputer, tapi bapak ibu menyarankan jurusan teknik, akhirnya daftar dan diterima di jurusan teknik tata kota di satu PTN ternama di kota Jogja.

Anak yg suka matematika tiba-tiba bergelut dg dunia hafalan, berat, berat sekali, bahkan sempat berpikiran untuk pindah jurusan, hehehehe. Tapi ridho nya orang tua itu luarrrr biasa. Alhamdulillah sekarang menjadi lebih mudah mencari kerja, dengan profesi ini.

Bapak mungkin bukan Ayah yg sempurna, tapi Bapak adalah Ayah yang kerrrreeen, saat saya kecil beliau hobi banget mengajak anak-anaknya ke penjual buku di Malioboro (buku-buku nya bekas sebenarnya, tapi harga bisa jd sedikit miring). 
Beliau juga yang mewajibkan anak-anaknya membantu ibunya mencuci baju di Ahad pagi (peraturan itu dimulai sejak saya kelas 3 SD, kakak kelas 5 SD) alhasil gak bisa nonton kartun.
Bapak juga mengajarkan saya untuk sabar. Pernah suatu ketika, motor yg dikendarai Bapak dan saya, diserempet. Motor Bapak oleng, saya yang membonceng terjatuh, helm terlepas dan kepala terbentur, saya tidak sadar sekitar dua jam, telinga kanan berdarah, sampai-sampai rambut penuh dengan darah. Dokter spesialis bedah syaraf mendiagnosis CKB (cedera kepala berat), susp fraktur basis cranii, dan parese Nervus 7. Hal itu membuat saya di rawat inap 12 hari di rumah sakit dan melanjutkan kontrol di RS satu bulan sekali, menjalani fisioterapi untuk mengembalikan fungsi otot wajah, 2-3x/minggu.

Biaya banyak?Jelas. Yang menyerempet tak tahu dimana rimbanya. Namun Bapak, yg membuat semuanya terasa ringan dan mudah. Kasus kecelakaan tak sepenuhnya ditanggung asuransi kesehatan, harus urus ke pengelola asuransi kesehatan yang mengcover kasus kecelakaan dulu, sebelumnya harus urus ke kantor polisi dulu. Siapa orang yg ribut wara-wiri mengurus itu semua? Bapak. 
Siapa, yg wara-wiri mengantarkan kontrol ke rumah sakit (bahkan sampai ke empat RS berbeda) ? Bapak.
Tiap kali kontrol, harus menunggu antrian 2-5 jam utk dapat bertemu dengan dokter spesialis. Siapa yg mengajarkan untuk bersabar? Bapak.
Tiap kali kontrol, tiap bulan harus minta surat rujukan dari Puskesmas. Siapa yg mengajak datang ke puskesmas pagi-pagi pukul 6.30 agar mendapat antrian awal? Bapak.

Sejak kecil, saya dan mas diajarkan Bapak dan Ibu untuk hidup sederhana. 
Mobil, apakah keluarga kami punya? Tidak.Jangankan mobil, mesin cuci saja tak punya, AC apalagi.Kulkas, baru kami miliki 5 tahun terakhir ini.

Kami merasa kekurangan? Alhamdulillah tidak. Rumah tidak gedhe-gedhe amat, lantai bahkan tidak berkeramik, masih berupa ubin. Tapi Ibu, Bapak dan mas lah yang membuat rumah sederhana kami bagaikan istana yang luas penuh dengan perabotan lengkap kap kap, hehehe.
Bahagia kah? Iyaaa, tentu saja saya bahagia. Bersyukur sekali, alhamdulillah, bisa tumbuh dan besar di keluarga ini.

Punya bapak yang disiplin, tegas, no kompromi, tapi tetep penyayang. Punya ibu yang sabar, halus, penyayang, tapi tetep strong woman. Punya kakak yang tenang, tekun, konyol tapi tetep berhati peri, hhihihiii.
Dan banyaaakkk sekali 'value' yang Ibu, Bapak, mas Dhani ajarkan. Yang itu semua akan menjadi bekal saya untuk membangun madrasah di rumah saya kelak :) .
Alhamdulillah sekali bisa tumbuh dan berkembang di keluarga ini, bahagiaaa sekali. Semoga Ibu, Bapak, dan Mas juga bahagia ya.
Semoga Bapak, Ibu, dan Mas juga sehat selalu. Semoga kita, bisa sehidup sesurga. Tak hanya jumpa di dunia namun bisa berkumpul kelak di surga nya Allah. Aamiiin :) :) :)

#WritingChalenge #SehidupSesurga

#FahdPahdepie #RedaksiPandaMedia

  • view 190