Tahu Baper

Atika Musthafa
Karya Atika Musthafa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 April 2016
Tahu Baper

Malang siang itu terasa lebih panas dari biasanya. Saat jam makan siang, aku berjalan menuju teman-temanku di meja bundar. Aku duduk di samping kedua temanku, sebut saja namanya Mawar dan Melati. Mawar menawariku  dua tahu goreng yang tersisa di atas meja. Dalam keadaan lapar seperti ini, ditawari dua tahu goreng bukanlah hal yang main-main. Aku meng-iyakan, tapi tak langsung kuambil tahu itu. Aku masih harus membalas beberapa pesan di Whatsapp-ku.

Beberapa saat kemudian, usai membalas pesan Whatsapp, aku kembali menoleh ke arah meja. Ternyata tahu yang kuidam-idamkan telah raib. Ada negara api menyerang. Eh bukan, ada temanku (sebut saja namanya Rumput Liar) yang tetiba datang dan nyomot tahu di meja tadi. Hanya sekejap mata, dia merebut tahu itu dariku. Aku menggumam, namun mereka hanya tertawa.

"Manusia hanya berencana, Tuhan yang Menghendaki. Padahal posisi tahu tadi lebih dekat ke kamu lo Atika dari pada ke aku. Kamu juga datang duluan." Ucap Si Rumput Liar dengan nada mayak, nggeregetno dan megelno.

"Jodoh juga gitu mungkin ya, bertahun-tahun aku menunggu, ternyata kalau Tuhan tidak berkehendak juga akhirnya nggak jadi." Ucapku dengan nada baper dan laper.

 

Duh Gusti, Engkau menyapaku dengan cara yang Asyik ;)

  • view 174