Berlayar dalam Kampus

Asy Syafa Mahfuzhah
Karya Asy Syafa Mahfuzhah Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 11 Februari 2017
Berlayar dalam Kampus

Bagai sebuah gelas kosong yang mulai terisi kembali. Kedatangan ini  semakin membuat  diri ini terisi dengan banyak hal, termasuk  matakuliah kehidupan.  Bagi seorang mahasiswa semester pertengahan yang ikut  berlayar dalam kapal  organisasi,  masalah nilai  bukan lagi hal yang langka untuk dibicarakan  :')

Ternyata kita memang akan lebih mengerti, ketika kita merasakannya sendiri. Misalnya saja, pandangan pertama definisi sosok mahasiswa ideal adalah  seorang aktivis  kampus.  Ia diserbu dengan tumpukan amanah yang ia pikirkan dikepalanya.  Tetapi ia juga menjadi kebanggan kampusnya. Berderet prestasi yang ia raih.

Bagaimana bisa, menyeimbangkan organisasi dan akademik? yah, itulah satu dari sekian banyak pertanyaan populer bagi mahasiswa baru (dulu sepertiku).  Jika sudah melihat seseorang seperti itu, sudahlah. Cepat atau lambat pasti akan dicap sebagai mahasiswa hebat. Tentu kaca mata setiap orang pasti akan berbeda. "Tapi setidaknya, zaman sekarang mulai menjamur anak muda yang berlomba-lomba menjadi aktivis. Baik itu didalam maupun diluar kampus. Baik itu aktivis kemanusiaan, kesehatan atau yang lainnya. Bukankah itu suatu amal kebaikan  yang harus dilestarikan?". Kata  seorang kakak alumni.

Bukan berjuang namanya kalau itu terasa mudah dan  tanpa tantangan.  Begitupun satu dari sekian banyak cerita manis pahitnya ber-amanah.  Pada beberapa waktu tertentu, akan ada saatnya omongan orang-orang disekitarmu  akan mempengaruhimu. Dari yang  membuatmu lebih semangat atau malah yang membuatmu ingin menyerah saja. Misalnya saja,

"Sampai kamu mati juga, amanah akan terus ada."  Ini pesan pertama. Paling diingat. Paling  tertancap. Paling membekas. Tapi kenyataan memang benar. 

"Punya amanah  dimana-mana itu bagus. Tapi jangan sampai lupa  amanah orangtua." Ngerti kan? amanah orangtua ini maksudnya ke nilai akademik, prestasi, dsb

 Tetapi ada juga yang seperti ini..

"Tapi, banyak berorganisasi-beramanah juga bisa menunjang karir kedepannya"

"Orang yang dulunya ber-organisasi dengan orang yang tidak, akan terlihat jelas bagaimana  ia menghadapi konflik. bagaimana ia menyelesaikan sebuah masalah. bagaimana ia mengendalikan emosi dan lain sebagainya."

"Jangan takut jadi aktivis. Jangan takut ber-organisasi. Mengemban amanah justru akan memaksimalkan waktu yang kita miliki. Kita akan lebih memanfaatkan waktu luang yang  ada. Dan sebenarnya kita sedang berlatih menaklukkan sebuah tantangan besar.  Waktu luang itu sebuah tantangan besar, bukan?"

 

Pada akhirnya, semua keputusan manusia itu ada pada dirinya sendiri. Entah dia mau melakukan  hal yang dia inginkan atau sekedar memikirkan  hal yang dia impikan. Segala ketakukan dan kekhawatiran akan terus ada jika seorang manusia tidak berjuang dan memasrahkan segalanya kepada Allah. Selalu ada pandangan positif dan negatif terhadap segala hal. Tinggal manusia yang memutuskan. Ia akan untuk terus berpikir positif atau tidak.

liefs :)

  • view 70