Menjaga (kemarin)

Asy Syafa Mahfuzhah
Karya Asy Syafa Mahfuzhah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Januari 2017
Menjaga (kemarin)

“Dek, ini buat adek. Dipakai ya” (si adek loading dulu, gara-gara dikasih barang ‘berkilau’)

“Haa. Buat adek?”

“Iyya. Itu Mbah sendiri yang mesen bentuknya. Bukan beli kaya di toko-toko biasanya”

“Aah ooh. iya, suwun Mbah”

“Kalau mandi - nyuci, dilepas aja dek. Takut tiba2 lepas, nggasadar”

“Ooh. iya, mbah”

“Terus kalau udah selesai, bisa dipakai lagi”

“Iya, mbah”

----

Tau ngga, apa yang terjadi kalo si adek ini menolak pemberian mbah nya? Ternyata mbah curhat ke orang lain karena merasa sedih. Yaa, walaupun ngga semua mbah mbah kaya gini. Walaupun kamu merasa mampu beli itu sendiri. Tapi.. manusia mana yang ngga sedih/kecewa karena ngga dihargain? Apalagi kalo yang ngasih nya itu ‘orang tua’ :)

Besok-besok, kalau dikasih sesuatu (terutama orang tua), di terima aja ya.

karena pada saat-saat tertentu,,
menerima sama dengan membahagiakan.
menerima sama dengan menghargai.
menerima sama dengan menjaga...
menjaga dari kelirunya hati karena pikiran sendiri :)

  • view 67