Mengejar mimpi menjadi master

ahsanatun syahidawati
Karya ahsanatun syahidawati Kategori Motivasi
dipublikasikan 18 Januari 2017
Mengejar mimpi menjadi master

 

Tulisan ini mungkin bisa menjawab saudara/i, handai taulan sekalian mengenai awal mula saya bisa lanjut studi di Thailand, Kasetsart Univesity. 

Awalnya,setelah lulus S1, saya berniat jadi ibu rumah tangga. Namun, ada hal yang membuat sudut pandang saya berbeda. Sempat saya berfikir untuk lanjut studi S2 tapi masih ragu. Pada akhirnya, saya memantapkan hati untuk menempuh pendidikan lanjut dengan segala pertimbangan yang ada. 

Alhamdulillah, gelar sarjana yang saya dapat dengan banjiran air mata bisa tercapai dengan cumlaude. Ini persembahan untuk kedua orang tua saya tentunya. Saya pernah ikut tes kerja, tapi karena bukan rejeki, ya ndak lolos juga. Selain itu, entah mengapa, lowongan pekerjaan yang ada tidak sesuai dengan minat saya. Akhirnya kubulatkan keputusan saya ingin menjadi dosen. Nah, niatnya dulu hanya ingin lanjut S2, dalam negeri pun tak masalah, yang penting dapat beasiswa. Saya isi waktu dengan menjadi guru privat sana-sini sambil menunggu pendaftaran S2. 

Tak mau berlama-lama jadi pengangguran, saya pun berniat melamar menjadi asisten penelitian. Saya suka dengan hal yang micro, risetku saat S1 pun juga tentang mikrobiologi. Ditambah lagi, dosen pembimbing favoritku juga dibidang yang sama. Kuberanikan diri menemui dosen tersayangku dan menawarkan diri untuk membantu proyek beliau. Sayang sekali saat itu, beliau belum ada proyek tapi masih dalam tahap pengajuan. Saat itu pun aku bercerita kalau ada keinginan lanjut sekolah lagi. Beliau pun menyarankan Kasetsart University. Dahulu kala beliau juga studi disana dengan beasiswa semacam Erasmus Mundus, tapi tingkat Asia. Beliau menyemangatiku untuk melanjutkan disana. Saya pun hanya berkata, “Tak masalah sih bu jika ada beasiswa, he..he..”. Sejak saat itu aku menggumam, “Baiklah, aku tantang diriku sendiri, akan kucoba mencari beasiswa diluar negeri sebagai Plan A”. 

Selang beberapa bulan, akhirnya dosenku memberi kabar kalau proyek yang beliau ajukan ternyata lolos, alhamdulillah, puji syukur saya pada Allah. Singkat cerita,  saya dan sahabat baik saya inisialnya R*nita menjadi asisten penelitian dari doen favoriut saya. kami berkecimpung dengan makhluk imut, kecil, dan menggemaskan bernama MIKROBIA. Saat bekerja di proyek beliau, aku terus mengumpulkan informasi mengenai studi di luar negeri khususnya di ASEAN, lebih khususnya Kasetsart University. 

Bagi teman-teman yang pengen lanjut sekolah setelah sarjana, penting banget berkumpul dengan teman-teman yang memiliki mimpi yang sama. Untuk kasus saya sendiri, alhamdulillah ada sobat saya R*nita dan I*mi yang setia berjuang mencari beasiswa. Jadilah kita pejuang gratisan, nama kerennya Pejuang Beasiswa he..he..,.  Ada beberapa beasiswa yang sudah kita coba. Kesana-kemari mencari surat rekomendasi, membuat proposal penelitian, membuat essay. Hal teromantis yang kami lakukan adalah kami saling menyalakan api semangat. “Ibarat lilin, mereka adalah api dan koreknya, saya pun juga demikian untuk mereka”. So sweeet :)

Sebenarnya tujuan kuliah dimana pun baik lho, baik dalam maupun luar itu sama baiknya asalkan sungguh-sungguh ha..ha… Kuliah di benua Eropa masih menjadi favorit karena apa, ya karena bisa jalan-jalan ke negara lainnya (#ups). Alasan lainnya bisa ditanyakan ke teman-teman yang memilih studi di sana ha..ha… Kalau Asia sendiri, pendidikannya udah maju kok. Eits, maju atau tidaknya menurut saya diukur dari adab penduduknya yang berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan. Walaupun memang, dosen di kalangan Asia sebagian masih saklek alias tak bisa dibantah, namun adabnya itu lho yang perlu dicontoh. 

Thailand adalah negara yang pendidikannya tergolong maju di ASEAN. Ditambah lagi setelah cari-cari informasi, Teknologi pangan dan pertanian di universitas ini adalah terbaik di ASEAN saat itu. Usut punya usut beasiswa yang memungkinkan untuk saya apply (untuk mahasiswa fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja) di Jurusan Food Science Kasetsart University adalah beasiswa internal dari Agro-Industry. Beasiswa tersebut hanya menawarkan beasiswa khusus research program. Apa sih biasiswa research program? beasiswa yang full research dengan nilai S=satisfied dan U=unsatisfied. Jadi tidak ada IPK. Namun jangan khawatir, bagi kalian yang suka belajar, kalian masih bisa mengambil matakuliah yang berbahasa inggris tentunya, tergantung izin dari dosen pembimbing. Kalian perlu tahu bahwa mahasiswa research student bean sks nya adalah full tesis. Biasanya ditambah seminar, itu pun cuma 1 sks. Walaupun nanti ada mata kulaih yang diambil, sks ada tambahan sendiri. Beban sks saya sendiri untuk tesis adalah 36 sks, 1st seminar 1 sks, 2nd seminar 1 sks, dan tambahan sks kuliah lainnya. Beasiswa dari Agro-Industri ini meliputi teknologi pangan baik dari sisi pengemasan, pengembangan produk,bioteknologi, ilmu pangan, dan manajemen. Ada 2 tipe beasiswa yang ditawarkan: partial (beasiswa hanya menanggung spp saja) dan full (disamping spp ada tambahan uang bulanan 10,000 bath). Syarat selengkapnya bisa dilihat di

 http://agro.ku.ac.th/uploads/144835874842204.pdf 

(setiap tahun selalu diupdate, jadi pastikan cek di google, keyword “Agro-industry Scholarship Kasetsart University”)

Jangan heran jika semangat untuk studi lanjut itu naik turun. Itu wajar kawan. Iman aja naik turun apalagi semangat. Maka dari itu, seringlah berkumpul dengan teman seperjuangan. 

“Aduh tak ada teman yang memiliki keinginan yang sama ni?” 

“Duh dek, kalau tak ada, ya dicari lah. Relasi kan bisa dibuat. Join aja di grup pejuang beasiswa atau grup yang lain. Grup semacam itu udah menjamur kok. 

Anyway, kalian bisa juga ikut acara seminar mengenai beasiswa. Googling aja dan cari info sebanyak banyaknya. Bahkan sekarang ada kuliah online juga mengenai kuliah diluar negeri. Ketik saja di FB dengan keyword “beasiswa”. 

Cara lain untuk memelihara semangat bagi kawan yang ingin kuliah diluar negeri adalah “Bikin paspor”. Yup, Bikin aja dulu. Nanti kalau udah bikin pasti selalu ingat dan termotivasi untuk terus berusaha, 

“Udah bikin paspor, kok tidak jadi kuliah di luar sih?” 

Ini beneran cara ampuh karena beberapa teman saya sudah membuktikannya.  

Mantapkan hati, komunikasikan dengan orang tua atau orang terdekat, cari teman seperjuangan, dan cari info sebanyak-banyaknya mengenai universitas tujuan atau jurusan yang dipilih. Oo ya, cara yang paling penting dan super ampuh adalah DOA, DOA, dan DOA. Doa ditunjukkan jalan mana yang harus ditempuh. Doa agar dipermudah dalam usaha. Doa agar ditingkatkan semangatnya. Doa agar diluruskan niatnya. Doa agar semua yang nanti diperjuangkan dan diperoleh mendapat full barokah. 

“Doa membuat hatimu tenang, hidupmu lapang, dan mimpimu menjadi kenyataan.”

Bangkok, 26 Desember 2016 20.04

  • view 127