YANG MENAKUTKAN DARI MIMPI

Arif Syahertian
Karya Arif Syahertian Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Januari 2016
YANG MENAKUTKAN DARI MIMPI

DETAK JAM BERLALU dengan cepat?bersamaan dengan laju anak panah yang melesat. Masih adakah waktu untuk memikirkan apa yang telah berlalu?
Apa yang menakutkan dari mimpi adalah sebuah ilusi. Lamunan yang tak keruan. Sementara bintang-bintang itu tak kunjung bersinar, atau hampir padam. Akan selalu ada ketakutan, sehingga kamu merasa perlu untuk menyalakan obormu, di dalam terowongan. Kesunyian pun merayap hampir terasa sempurna dan suara tetes demi tetes air menggema?berjatuhan seperti sebuah derai air mata.

Detak jam terus berputar. Warna-warna semakin memudar. Apa yang menakutkan dari mimpi adalah sebuah delusi. Pengandaian yang berkepanjangan. Sementara kesempatan itu tak kunjung datang, atau hampir hilang. Akan selalu ada labirin, seperti sebuah ruangan luas penuh cermin. Barangkali hidup akan indah dengan bahaya. Sejenis tantangan untuk disapa?dan bukan yang lurus-lurus saja.

Masihkah kaupertahankan mimpi itu? Aku tak tahu.
?Aku akan menggali dengan ambisi tinggi?kuburan-kuburan penuh pengetahuan,? suatu ketika kau pernah berkata. Masihkah kaugenggam erat mimpi itu? Aku tak pernah tahu.
Dari kejauhan, di tengah belantara hutan, aku melihatmu tengah berjalan terengah-engah dari terowongan. Lama sekali kamu duduk terdiam. Tiba-tiba, tanpa aku duga sebelumnya, kamu mendongak ke atas, lalu berdiri dan berlari dengan obor di tangan kanan. Terus berlari, terus mengejar apa yang kausebut ?mimpi?, terus menyulut apa saja yang melemahkan pikiran, terus mengabaikan apa saja yang melemahkan pikiran.
Pada saat-saat seperti itu, sahabatku, sesungguhnya aku hanya bisa berharap akhir itu jadi sebuah awal yang baru.
Sebab, aku percaya akhirmu adalah awalmu?bagi terbukanya lembaran baru. Kita telah merambati ruang dan waktu. Sebab, aku percaya akhirmu adalah awalmu?bagi tidur abadinya kebiasaan burukmu. Kita telah meninggalkan apa yang tak perlu.

Dari tempat di mana aku berdiri, aku melihat semacam cahaya?yang sebenarnya tak pernah diharapkan?muncul di depan jalanmu. Dari angkasa di mana bintang-bintang membentang, bulan melengkungkan senyumnya sendiri?menyambut datangnya seorang yang berani hidup di masa kini.


Arif Syahertian
24-01-2016
Tulungagung, Jawa Timur.

  • view 168