Dua Puisi Sherlock: ARIF SYAHERTIAN with PUTRI AL FATIH. (04)

Arif Syahertian
Karya Arif Syahertian Kategori Puisi
dipublikasikan 08 Mei 2017
Dua Puisi Sherlock: ARIF SYAHERTIAN with PUTRI AL FATIH. (04)

KOLABORASI PUISI (DUA PUISI SHERLOCK)
01. Phlox Petunia (PUTRI AL FATIH)
02. Masquerade (ARIF SYAHERTIAN)
PUBLISHED: 08 MEI 2017

Phlox Petunia


Rumah Eskimo Jane Cottler:
Surat itu tertera di bawah jejak kaki beruang salju
Memberi tanda tekateki dengan sandi yang dimengerti
Olehku dan pastinya dia saja
Ke empat inilah seorang filsuf tua pensiun
Kurus kering dengan pipa cangklong
Di sinilah dia membangun tempat perlindungan
Karena sedikit jemu terhadap orang-orang yang menginterogasi

Meja Rias Jane Cottler:
Menemukan tanda kecerdasan sejati
Tinggal tak jauh dari diri namun tak melekat
Pernah dirasakan dan memunculkan emosi
Seperti melihat jejak kaki manusia di pantai berpasir
Katanya oleh Robinson Crusoe

Kebun Tersembunyi Jane Cottler:
Lebah dalam penelitian
Goresan cat untuk pertanda seberapa jauh mereka tinggal
Seseorang datang mendekat
Untuk mendapat pelajaran mengenai keterlibatan alam yang Maha Kuasa
Dan
Temukan aku
H

Pelajaran Itu Dimulai Jane Cottler:
Mereka membayangkan bahwa ini bukanlah serangan musuh
Dan pelajaran mengenai pekerjaan yang menggairahkan atau menjemukan
Melainkan kekuatan atau bencana alam
Suara aneh itu tak henti-hentinya keluar dari biola
Itu
Kasus pertama dalam kemitraan kami
Kasusku sendiri

Peran Pembantu Jane Cottler:
Tangkap dia!
Penjarakan dia!
Bawa dia pergi!
Seandainya itu kasus yang teramat penting
Maka aku dipertimbangkan sebagai peran pembantu
Sayangnya mitraku adalah orang tua keras kepala
Yang menganggap dan aku benarkan
Bahwa sesuatu yang remeh dan hina lebih baik
Ketimbang tak ada apa-apa sama sekali
Itu yang menjauhkan kami dari kematian
Cinta
Aku menyayanginya!

Phlox Petunia by Putri Al Fatih
(Puisi Sanduran dari Novel The Beekeeper’s Apprentice, Gadis Sherlock Holmes karya Laurie R. King)
Sekadau, 12 April 2017


Masquerade


/1/
Siapa orang bertopi Deerstalker itu?
Siapa orang berwajah seperti elang?
Siapa orang yang tinggal di apartemen 221?

Aku tidak tahu
Dia keluar dari pintu
Bermantel hitam panjang
Dia tergesa-gesa
Aku tak sempat menyapa—
Aku terus bertanya-tanya

/2/
Siapa orang yang sedang
mengisap rokok—pipa?
Siapa orang yang bisa diam
dalam waktu lama?
Siapa orang yang biasa
menghindari publisitas itu?

Aku tidak tahu
Dia bisa menolak makan saat bekerja
Tapi apa pekerjaannya?
Peneliti, ataukah dokter?
Esok petangnya aku melenggang
Ke apartemen itu lagi
Tapi niatku terhenti oleh
Langkah-langkah kaki

Anak-anak Baker Street
Datang menyerbu pintu apartemen
Kemudian, mereka kembali
ke jalan, dengan gembira

Dari tempatku bersembunyi:
Aku melihat orang tua bungkuk
Keluar dari pintu apartemen

/3/
Malam yang cukup larut
Pemuda sepertiku selalu ditunggu
oleh ayah dan ibu

Jalanan sangat sepi
Deretan rumah tampak menakutkan
Dalam cahaya bulan

Aku berhenti di persimpangan jalan
Berdiri meresapi sunyi
Mendadak bahu kananku ditepuk
dari belakang
Seorang tua sedang membungkuk

Orang yang sama kulihat tadi
Tanpa ada suara dentang
Tanpa ada notifikasi
Wajahnya jadi tajam bak elang.


ARIF SYAHERTIAN
TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR
08 MEI 2017


CATATAN SINGKAT DARI ARIF:
Ini adalah kolaborasi saya yang keempat kalinya dengan Putri Al Fatih. Seorang penulis dari Kalimantan Barat. Sekadau punya. :D Berkolaborasi dengannya, kadang saya merasa INSECURE, sebab saya nggak begitu mahir dalam bidang puisi. Namun demikian, saya harus mengucapkan terima kasih kepadanya, yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membuat kolaborasi ini nyata. Semangat terus, Putri! :)

  • view 143