Dua Puisi; ARIF SYAHERTIAN Feat. PUTRI AL FATIH

Arif Syahertian
Karya Arif Syahertian Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Maret 2017
Dua Puisi; ARIF SYAHERTIAN Feat. PUTRI AL FATIH

1) Arkin (PUTRI AL FATIH)
2) Arthuraholder (ARIF SYAHERTIAN)


ARKIN

Suara angin pada tanah harapan,
tak bersuara
Suara air pada tanah larangan,
tak bersuara
Pada genting tengah waktu
Ia datang,
bersama empat teman sematinya
Berjubah sisik Naga
Bersayap gelombang Balder
Berkekuatan Gavin abadi
Mereka datang,
menghentikan Farkas Esta
menghancurkan Esteban Freya
bergulat pada Hauk
menuju Ilona Isabella
Berpendar,
selesai sudah
Angin kembali bersua pada peluk
Air kembali mengalir pada ceruk
Kecuali Ildiko Igor,
yang bahagia melihat pedang Kartal merobek tubuhnya

Putri Al Fatih
Sekadau, 24 Maret 2017


ARTHURAHOLDER

Aku punya satu pilihan lagi:
melenggangkan kaki ke koridor sepi
darahku, berceceran, kubersihkan
aku menghadapi apa yang tak diketahui
oleh anak lelakiku; yang tengah terlelap

Di halaman depan rumah:
Angin malam datang meraung
menghempaskan butiran debu
ke mana-mana
membentur, pada kaca jendela

Aku kembali melihatnya, bergerilya
dalam barikade yang runyam
Dan armornya, tak berfungsi lagi
Aku membuka pintu depan:
Tapi sunyi. Tanpa ada langkah kaki.

Dan ujung pisau, ditangannya, naik tiba-tiba menyentuh bola mata kiriku.
Semua gelap, aku tak tahu; selain pekat,
selain teriakan suara asli anakku
dan derap kaki yang selalu kuingat.

ARIF SYAHERTIAN
TULUNGAGUNG, 26/03/17, 18:11

  • view 126