LOOK BACK AND LAUGH

Arif Syahertian
Karya Arif Syahertian Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Februari 2016
LOOK BACK AND LAUGH

Catatan ini hanyalah semacam tanda bahwa aku pernah melewati apa yang telah berlalu dari hari ini. Maka aku tak perlu menghapusnya, sebab supaya kelak aku bisa menengoknya kembali. Tetapi aku tak ingin menjadi orang yang memandang ke belakang, ?look back?.
Maka bila suatu hari aku memperbaharui banyak dari tulisan ini?bahkan menghapusnya?maka aku bisa masuk ke dalam kategori orang yang memandang ke belakang, ?look back?. Hmmm.
Masa lalu terasa menarik untuk ditulis kembali. Begitulah.
Seperti sebuah lirik milik Linkin Park dalam lagu Blackout.
?a future gazing out / a past to overwrite.?

Memang tanda tak harus diabadikan ke dalam bentuk catatan. Kalau sebuah grup band mengabadikannya ke dalam bentuk suara, aku lebih suka untuk mengenangnya dengan mengabadikannya melalui kata-kata, melalui bahasa?
Bahasa, kata Goenawan Mohamad dalam Tiga Huruf, adalah perekam.
?Itulah sebabnya,? lanjutnya, ?catatan harian ditulis, pengalaman dikisahkan, puisi digubah.?

Aku teringat kata-kata George C. Marshall, ?When a thing is done, it?s done. Don?t look back. Look forward to your next objective.?
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa catatan hari ini adalah milik hari ini. Dan karena sudah selesai, ?it?s done?, maka ini saatnya untuk berkonsentrasi melihat ke depan.
Sebab, ?kita tidak mungkin melihat ke depan sambil melihat ke belakang.? Kira-kira begitulah kata Ludwig Mies van der Rohe, seorang arsitek dari Jerman itu.

NB: Judul di atas terinspirasi oleh salah satu lagu milik Minor Threat, Look Back and Laugh.

Arif Syahertian
29-08-2015
Tulungagung, Jawa Timur.

Photo: Linkin Park; Gettyimages.

  • view 76