DIY OR DIE / MANDIRI ATAU MATI

Arif Syahertian
Karya Arif Syahertian Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 April 2016
DIY OR DIE / MANDIRI ATAU MATI

Lelaki itu duduk—sendirian—di bangku dekat pertigaan lampu merah. Tangan kirinya mengetuk-ngetuk bangku sementara matanya yang tajam mengamati ke sudut-sudut lampu merah dengan saksama. Dilihatnya sebuah truk melaju dari arah Barat. Dalam hati, ia berharap agar lampu lalu lintas segera berganti merah. Ketika truk tersebut berhenti, ia segera berlari menghampiri sopir--meminta izin untuk menumpang. Setelah pak sopir mengizinkannya, ia bergegas memanjat truk dengan lihai dari bak samping kiri. Kaosnya tertarik ke atas, memperlihatkan sabuk spike-nya yang mengilap. Spike-spikenya berjajar rapi seperti gigi tanpa behel.

* * *

Truk lain melesat dengan cepat dari Barat. Pak sopir mengejar lampu lalu lintas yang menyala hijau, seperti polisi yang mengejar pencuri.
Di samping kiri jalan, gerombolan punk sedang melambai-lambaikan tangan mencari tumpangan. Salah satu dari mereka berusaha menyetop truk tersebut dengan melambai-lambaikan ukulele-nya. Dari kejauhan si kernet truk sudah mengepalkan tinjunya—ancamannya pada mereka. Ia tidak mau dimintai bantuan. Dan, gerombolan itu pun kecewa.

A. SYAHERTIAN
2014/2015

  • view 105