Sajak Tentang Alam

Aswin Samil (pengembara)
Karya Aswin Samil (pengembara) Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 03 Mei 2017
Sajak Tentang Alam

Ketika sang mentari nan cantik itu tiba di peraduannya,

Sang gulita pun menyambut dengan pekat dan heningnya.

Lihatlah ombak yang menderu bergemuruh itu tak pernah protes kepada pekatnya sang malam.

Ia tetap berpentas ria mengumandangkan lagu dawai asmaradanannya di panggung lautan yang terbentang luas membiru..

 Begitupun dengan semilir angin senja tak sekejappun ia berhenti dari nafas wanginya, yang konon menyejukkan seantero hati yang tengah dilanda gulana..

Apalagi..nun jauh di kedalaman segara, ribuan mata tak pernah merasa buta meskipun dilanda pekatnya malam, tak pernah kecewa dengan air garam disekelilingnya..

 Walaupun tiada senyum manis sang rembulan atau bintang gumintang di atas sana...

 

Tahukah bahwa lokan dan ikan tak pernah khawatir dengan rizki dan hidupnya..

Tak pernah memungkiri bahwa ada bagiannya untuk esok dan keesokannya..

Tiada pernah makar atau demo meskipun gelombang dan badai memporak porandakannya...

Tiada pernah tahu kalimat "SABAR" atau "SYUKUR"...

Yang ia tahu hanyalah sebuah NALURI atau INSTING...atau entah apalah namanya

 

NALURI untuk sekedar mengerti tentang arti SYUKUR dan SABAR..

 

NALURI tentang TUHAN dan Ke-Tuhanan......... :)

*)Kuta 15102013 (#maszwin sang pengembara)

  • view 50