Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 16 Agustus 2017   10:21 WIB
Pertimbangan Elegan Puan di Tengah Polemik Berkepanjangan; Soal Full Day School

Polemik mengenai Full Day School hingga hari ini masih tiada henti-hentinya. Penolakan yang terutama berasal dari kalangan NU masih terus terdengar. Di tengah polemik itu, Puan Maharani meminta agar hendaknya baik yang sepakat dan terutama tidak sepakat bersikap arif. Perbedaan-perbedaan pandangan yang akhirnya mengerucut sebagai polemik yang terus-menerus tiada akhir hendaknya disikapi secara elegan.

Mengapa pertimbangan Puan Maharani menjadi penting dalam konteks ini?

Pertama, pertimbangan ini berdasar pada kenyataan bahwa konsep dari Full Day School (FDS) sepenuhnya adalah upaya pemerintah untuk juga menciptakan pendidikan yang baik, yang menekankan pada pembentukan karakter. Berbagai hal yang menurut pemerintah ideal telah disampaikan. Dan konsep ini telah dipertimbangkan sebaik mungkin. Sehingga wajar bila diantara yang menolak, ada juga yang bersepakat dan mendukung kebijakan ini.

Kedua, sementara niat baik belum coba diuji-praktikkan hingga kita bisa mengukur sampai sejauhmana para pelajar merasa nyaman dan menyukai praktik Full Day School, tapi sebagian penolak sudah berfikir bahwa pendidikan semacam ini tidak baik dan dengan macam-macam alasan. Pendidikan semacam ini dilihat sebagai produk pendidikan yang bakal membebani dan mengkerangkeng pelajar.

Ketiga, polemik ini nampaknya mengerucut dan seolah menjadi konflik dari dua organisasi besar: Muhammadiyah dan NU. Kita tahu bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menggagas FDS ini berasal dari Organisasi Muhammadiyah. Sementara yang menolak FDS banyak disuarakan kalangan NU. Bahkan terdengar bahwa FDS bakal mematikan pendidikan diniyah dan sistem pesantren yang diasuh oleh kiai-kiai NU dan sudah banyak berkembang di seluruh Indonesia.

Demi menghindari polemik ini di satu sisi dan di sisi lain demi menghargai pandangan-pandangan yang bersepakat, Puan menegaskan bahwa FDS tidak bersifat wajib. Apa yang digagas oleh pemerintah ini boleh diikuti oleh siapapun yang bersepakat tapi juga boleh tidak diikuti oleh siapa saja yang menolak. Saat ini memang Perpres tentang FDS atau pendidikan berkarakter masih terus dikaji.

Dan yang terpenting, Puan menghendaki agar polemik ini tidak menarik dua organisasi besar. Polemik ini tidak seharusnya menjadi pertarungan politis. Sebab polemik ini sifatnya baik. Semakin tinggi kualitas polemik dengan berdasarkan pertimbangan dan fakta-fakta justru membantu menemukan pola pendidikan yang baik di negeri ini.

Maka apa yang perlu dilakukan sebagaimana ditegaskan oleh Puan Maharani adalah sikap yang bijaksana. Dengan sikap yang semacam ini, polemik akan menjadi anugerah bangsa ini. Semoga pendidikan kian maju.

Karya : Asti Novi