Puan Maharani Meyakini Ilmu Pengetahuan sebagai Solusi Pembangunan Manusia

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 09 Agustus 2017
Puan Maharani Meyakini Ilmu Pengetahuan sebagai Solusi Pembangunan Manusia

Ada ungkapan dari filsuf: “knowledge is power” (pengetahuan adalah kekuasaan). Ungkapan ini menyiratkan betapa pentingnya selama ini pengetahuan. Era baru yang mendobrak abad-abad pertengahan yang diyakini dipenuhi tahayul dan segala bentuk mitos dan akhirnya dianggap sebagai masa-masa kegelapan (the dark age) adalah pengetahuan. Tentu dibedakan pengetahuan sebagai ‘knowledge’ dengan ilmu pengetahuan sebagai ‘sains’. Tapi sains tak mungkin muncul tanpa kesadaran untuk mengetahui. Maka pantaslah mula-mula kita menyebutnya pengetahuan.

Terlepas dari perbedaan terminologi itu, pengetahuan sungguh-sungguh hadir membuka era baru yang dipancari gemilang kemajuan. Berbagai temuan untuk meringankan kerja manusia dan memberi petunjuk bagi segala problem kehidupan.

Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Pembangunan  Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) juga menyadari sejarah bahwa manusia mengalami fase-fase kemajuan berkat kesadarannya untuk mendalami ilmu pengetahuan. Kepercayaan ini terus tumbuh dalam dirinya. Itu sebabnya, perihal pembangunan manusia, suatu jabatan yang mulia karena hendak memberdayakan manusia dan kebudayaan, Puan menyebut nama Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai salah satu solusi untuk persoalan pembangunan manusia.

IPB memang salah satu kampus yang begitu dikenal. Kampus ini dianggap memiliki kualifikasi yang baik dalam persoalan pertanian dan lingkungan hidup. Nama IPB sangat lekat dengan predikat pertanian. Namanya yang menggunakan atau melekatkan ‘Pertanian’ mungkin salah satu yang mendorong orang mengidentifikasinya sebagai kampus yang bergelut di pertanian. Tetapi selain itu, nampaknya IPB memang cukup baik dalam riset-riset di bidang pertanian dan lingkungan hidup.

Apa yang disampaikan oleh Puan Maharani mungkin satu bentuk kekaguman. Tetapi lebih dari itu, kekaguman ini juga menunjukkan betapa dalam diri Puan Maharani terdapat keyakinan yang besar bahwa sain sangat penting untuk menjawab atau sebagai solusi dari persoalan-persoalan kemanusian. Simak apa yang dikatakan oleh Puan di hadapan ratusan sivitas akademika IPB (republika.co.id, 7/8/2017):

“Akhir-akhir ini saya rapat koordinasi tentang masalah Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam setiap rapat yang membahas tentang SDGs, saya mengundang semua ahli gizi terkemuka. Saya undang Menkes dan lain-lain yang terkait, tetapi masih belum ketemu solusi yang tepat. Namun, setelah melihat prestasi dan capaian Fema IPB, semua yang menjadi pekerjaan rumah saya sudah ada solusinya di sini. Ke depan, saya akan undang Fema IPB untuk membantu kami (pemerintah) guna bersama-sama mengatasi persoalan pembangunan manusia Indonesia”.

Seolah ada nada optimis bahwa di Fema IPB, sain yang penting untuk membantu persoalan kemanusiaan tersedia. Puan bahkan telah berfikir untuk merencanakan kedepan bahwa Fakultas Ekologi Manusia IPB ini akan dia gandeng demi membantu mengatasi persoalan pembangunan manusia.

“Setelah mendengarkan paparan tentang Fema, saya merasa pekerjaan rumah saya di Kemenko PMK sudah mulai terurai. Semua yang berat-berat saya serahkan ke Fema”.

Dengan ini kita hanya tahu, kepercayaan Puan Maharani kepada Fema IPB adalah kata lain dari bentuk kepercayaannya pada ilmu pengetahuan.

  • view 36