Puan Maharani: Bangsa ini jangan retak

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Agama
dipublikasikan 09 Juni 2017
Puan Maharani: Bangsa ini jangan retak

Seperti sering ditegaskan oleh Puan Maharani mengapa retakan dari sebuah persatuan itu adalah sesuatu yang tak boleh terjadi sebab bangsa ini besar bersama-sama. Simpul-simpul kebangsaan kita diperkuat oleh rasa persaudaraan yang tinggi. Perasaan senasib sependeritaan atau dengan kata lain sebagai komunitas karakter begitu kuat dalam sejarah terbentuknya bangsa ini.

Retakan persatuan kita bila benar-benar terjadi justru adalah suatu kemunduran yang luar biasa dalam persaudaraan. Retakan persaudaraan adalah peristiwa yang sangat mungkin ditangisi oleh para pendahulu bangsa ini yang dulu berjuang mati-matian untuk menegakkan negara ini dan menyuarakan persatuan. Suara-suara mereka masih kuat dalam sejarah bangsa ini. Apa makna dari penderitaan mereka yang berjuang hanya mungkin diwujudkan oleh generasi kini yang sedang menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apa alasan para pendahulu kita mengikat-ikat kita dari Sabang sampai Merauke adalah karena di balik persaudaraan bangsa yang besar ini, pendahulu dari pendahulu sebelumnya pernah menjadi sebuah negara raksasa yang besar. Kita bisa membaca cerita-cerita kerajaan terdahulu yang kekuasaannya hingga kemana-mana. Capaian pendahulu adalah sebuah prestasi besar yang patut dipelajari. Semangat persaudaraan, yang tak mudah retak atau diombang-ambing bangsa lain itulah yang penting ditegaskan hingga kini.

Bangsa-bangsa lain tentu saja melirik Indonesia sebagai negara besar yang memiliki kekayaan besar. Sumber-sumber kekayaan bangsa ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Jika ada suatu masa dimana bangsa ini dijajah oleh bangsa lain, kedatangan mereka murni karena kepentingan untuk memonopoli sumber-sumber kekayaan bangsa ini. Mereka melakukan politik adu domba hanya demi menguasai bangsa ini. Dan waktu itu, dimana tingkat literasi yang rendah, kesadaran yang belum terbangun dengan kuat, masih minimnya orang pintar, kesempatan untuk menghancurkan bangsa ini melalui politik adu domba oleh penjajah memang sangat besar.

Bila kini, politik adu domba yang dihembuskan oleh berbagai macam saluran dan menyusup kepada bangsa ini, rasanya apa bedanya kita yang kini dari yang dulu yang memang belum melek literasi. Kesadaran berkebangsaan saat ini seharusnya tumbuh lebih kuat dari yang dulu-dulu. Sejarah-sejarah terdahulu dijadikan pelajaran penting untuk menjalani masa kini. Itu sebabnya jika Soekarno selalu mengatakan jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Jika ada ungkapan NKRI harga mati, semoga masih relevan hingga kini, ungkapan itu adalah pernyataan sadar untuk menegaskan pentingnya kesatuan bangsa ini. Ingat, gempuran berbagai upaya peretakan bangsa ini kian kuat. Sebagian bangsa sendiri sudah kian kuat dan berani mengampanyekan untuk memisahkan dari bangsa ini, apa artinya memisahkan diri?

Puan Maharani seringkali mengungkapkan keawasan terhadap pikiran-pikiran semacam itu yang menganggap memisahkan diri adalah jalan yang terbaik. Jangan terlampau jauh berfikir untuk memisahkan diri. Bangsa ini besar karena dibangun oleh kesediaan dan ketulusan hati untuk bersaudara. Penderitaan bersama di masa lalu seharusnya menjadi dan menguatkan bersama. Bangsa lain memang menginginkan bangsa ini terpecah-pecah. Hanya melalui perpecahan mereka bisa menguasai sumber-sumber kekayaan bangsa ini.

NKRI harga mati

  • view 38