Latihan Tempur TNI dan Decak Kagum Puan Maharani

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Budaya
dipublikasikan 25 Mei 2017
Latihan Tempur TNI dan Decak Kagum Puan Maharani

Hati saya bergetar, demikian kata Puan Maharani, menyaksikan latihan perang kemarin itu. Kalimat ini disampaikan oleh Puan Maharani kepada kompascom (20/5/2017) sehabis menyaksikan latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PRRC) TNI Tahun 2017 di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Ungkapan di atas memang ketakjuban biasa, sesuatu yang lumrah terjadi pada siapapun. Bukan hanya Puan Maharani, siapapun barangkali yang menyaksikan latihan TNI yang sangat riskan itu memang bisa berdecak kagum satu sisi dan bergidik ngeri di sisi lain.

Berdecak kagum mengingat latihan itu tampak begitu luar biasa, begitu profesional, terlatih dan banyak hal di luar kemampuan kita. Keberanian yang mereka tunjukkan dan daya juangnya membuat Puan Maharani, mungkin juga kita, mengakui bahwa bangsa Indonesia memiliki barisan TNI yang luar biasa, sangat mampu diandalkan, dan meyakinkan. Bergidik ngeri sebab latihan itu menunjukkan betapa sangat riskan yang mereka perlihatkan. Profesionalitas yang mereka tunjukkan dengan keberanian yang tinggi membuat kita takut setiap kali menyaksikan. Bayangkan sebuah kematian membayang-bayangi latihan mereka. Memang ada kalanya peristiwa atau kecelakaan menimpa mereka. Mereka sendiri memang sudah bersedia diri untuk mengikuti latihan-latihan yang begitu ketat dan riskan ini.

Di luar ketakutan dan kengerian juga ketakjuban menyaksikan latihan tempur TNI yang begitu dekat dibayangi kematian, Puan Maharani merasa bangga. Keberanian dan profesionalitas yang ditunjukkan oleh TNI menguatkan citra yang meyakinkan tentang TNI di mata dia: TNI benar-benar membanggakan dan meyakinkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada ungkapan NKRI itu harga mati. Puan Maharani menegaskan bahwa negara ini perlu dijaga dan dilestarikan. Ungkapan NKRI harga mati adalah ungkapan yang relevan. Terlebih melihat kondisi-kondisi kekinian yang kian banyak kelompok-kelompok tertentu yang sedang menurunkan marwah dan martabat NKRI. Negara yang diperjuangkan dengan penuh darah dan kematian para pendahulu, para syuhada, malah kini banyak yang meremehkannya. Setidaknya mereka kian berkurang kebanggaan mereka kepada NKRI dan menginginkan negara dalam bentuk yang lain.

Padahal kita tahu NKRI adalah format yang ideal. Dalam bentuk negara hukum, meskipun mayoritas didukung umat Islam tetapi mereka merelakan ini sebagai bukan negara agama, Indonesia menjadi rumah bagi segala bentuk perbedaan yang nyaman dan harmoni. Kita memang menyaksikan ada kelompok yang secara kuantitas itu mayoritas. Sebut islam. Tetapi mereka telah menegaskan ini adalah rumah bagi seluruh bangsa Indonesia. Negara ini terbentuk sebagai berakar dari kesamaan nasib, sama rata sama rasa. Maka mempertimbangkan ini, tidak lain kita hanya harus mengatakan bahwa NKRI harga mati. Dan jika ada yang perlu diperbaiki, sesungguhnya tak perlu menyinggung tatanan atau format ideal ini. Persoalan-persoalan sosial-politik-ekonomi yang menyangkut kesejahteraan ekonomi atau kesetaraan dalam politik adalah persoalan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Tapi alasan bahwa NKRI, dalam bentuk negara yang seperti ini, dicurigai sebagai biang dari persoalan, rasanya itu tuduhan yang berlebihan.

Menyaksikan kondisi-kondisi ini, memang kita semua patut waspada. Indonesia adalah negara yang begitu kaya. Negara ini dilirik oleh negara lain. Jika suatu kali Indonesia pernah dijajah oleh kolonial Belanda, tak berarti saat kita merdeka lantas kita merdeka sepenuhnya. Hingga kini penjajahan berbentuk budaya juga sosial ekonomi bekerja secara lebih halus. Negara ini harus kuat. Itu yang harus ditegaskan. Negara ini harus berani menghadapi apapun yang memposisikan negara ini dan rakyatnya dalam posisi yang hendak dicengkeram oleh berbagai kepentingan dari luar dalam bentuk penjajahan yang lain.

Jika sekali-kali haruslah perang, negara ini tak perlu takut. Kita menyaksikan begitu meyakinkannya TNI kita. Kata Puan Maharani: “Makin menguatkan gelora nasionalisme. Kita dukung TNI yang kuat, solid dan menyatu dengan rakyat dalam menjaga NKRI” (20/5/2017).

  • view 53