Mamak Andi yang Tak Pulang dan Siasat Puan (untu) Mengembalikan

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Ekonomi
dipublikasikan 18 Mei 2017
Mamak Andi yang Tak Pulang dan Siasat Puan (untu) Mengembalikan

Andi, seorang bocah berusia 9 tahun asal Palu, menangis sedih. Dia menulis:

BPK. Presiden_Qu. Tolong saya pak. Saya rindu dengan mama saya pak. Sudah 8 tahun tidak pulang. Sudah lama di Arab Saudi. Sampe sekarang tidak ada kabar. Mohon bantuannya Bpk. Saya rindu sama mama saya pak. Kiranya Bpk dapat Membantu saya. Ibu saya TKW di Arab Saudi. Nama Ibu saya, ROSNA LABITTE.

Tangisan dan tulisan yang meminta perhatian. Tangisan yang meminta agar sang bunda bisa pulang. Tangisan yang meminta agar ROSNA LABITTE sebagai TKI di Arab Saudi jelas diketahui apakah dia tak pulang memang karena sedang sibuk pekerja atau ia tak pulang memang karena terhambat persoalan gaji yang tak dibayarkan.

TKI di Arab, mungkin juga di beberapa negara lain, memang tak sedikit yang terhambat oleh berbagai macam masalah. Banyak diantara mereka yang berangkat tanpa melalui prosedur sah dari pemerintah. Ada banyak alasan mengapa mereka mengabaikan jalur itu, diantaranya mereka rasa prosedur yang ada masih terlihat begitu rumit. Juga terkadang dirasa mahal. Juga terkadang dirasa tak mungkin mudah bagi orang-orang yang minim pengetahuan dan tingkat kecerdasannya.

Puan Maharani dalam kunjungannya ke Arab Saudi mendapati banyak sekali para TKI yang bermasalah. Banyak yang mengalami kesulitan untuk kembali ke Indonesia. Saat meninjau kesiapan sarana haji, dia mendapati seorang TKI yang tidak pernah pulang hampir 26 tahun. Saat dikonfirmasi kendalanya adalah uang. Mereka tidak mendapat gajian dari majikannya.

“ada kasus 26 tahun mereka di sana enggak digaji. Artinya karena 26 tahun nggak digaji, 26 tahun pun mereka enggak pulang”, ungkap Puan.

Agar para TKI yang bermasalah dapat pulang ke Indonesia dengan baik, Puan telah berencana memanfaatkan program amnesti tenaga kerja asing dari Pemerintah Arab Saudi.

Bagaimana Mamaknya Andi?

Persoalan ini Puan telah bereaksi cepat. Puan menegaskan bahwa pemerintah bisa mencari keberadaan Rosna melalui beberapa tahapan: memastikan kelengkapan data tentang Rosna, dimana awal mula dia bekerja, melalui agen apa dia berangkat. Semua itu akan ditelusuri terlebih dahulu.

Bila tidak cukup data, pemerintah memerintahkan Duta Besar atau Konsulat Jenderal Indonesia di Arab Saudi untuk menelusuri keberadaan TKW tersebut.

 

  • view 45