Puan Maharani Ajak Umat Buddha Bangun Nilai Luhur Bangsa

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Budaya
dipublikasikan 18 Mei 2017
Puan Maharani Ajak Umat Buddha Bangun Nilai Luhur Bangsa

Kebahagiaan terbaik bagi bangsa Indonesia adalah terbangunnya nilai luhur bangsa. Nilai luhur bangsa meliputi nilai-nilai, bimbingan atau pedoman hidup yang memungkinkan persaudaraan kita kuat. Salah satu nilai atau bimbingan hidup tercermin dalam ungkapan “bhinneka tunggal ika”.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam ungkapan itu adalah kesediaan kita menerima pluralitas sebagai bangsa Indonesia. Kita tahu bangsa ini adalah bangsa yang majemuk. Majemuk berarti bangsa ini menampung begitu rupa perbedaan: warna agama, kebudayaan, etnis, bahasa dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan ini tidak menjadikan kita terpecah. Ada kekuatan yang seolah-olah bergerak melampaui perbedaan-perbedaan ini. Barangkali jika meminjam Soekarno, kekuatan yang menyatukan kita adalah kesamaan nasib, kesamaan penderitaan. Dan bangsa ini diperkuat oleh perasaan itu.

Itu sebabnya, Puan Maharani, berkaitan dengan perayaan Hari Waisak pada 11 Mei 2017 lalu menekankan untuk kembali membangun nilai-nilai luhur bangsa. Ia juga meminta agar umat budha merefleksikan kembali ajaran Sidharta Buddha Gautama yang tentunya berisi nilai-nilai universal, falsafah kehidupan yang mendalam serta pencerahan tentang hakikat makna kehidupan umat Buddha yang sejati. 

Setiap agama-agama di Indonesia, disadari oleh Puan Maharani, meskipun memiliki perbedaan-perbedaan dalam domain ketuhanan atau keimanan lainnya, memiliki nilai-nilai atau ajaran hidup yang bersifat universal. Nilai-nilai tersebut bukan saja berkaitan dengan agama-agama lainnya tapi justru saling menguatkan. Pesan-pesan atau nilai universal tersebut menyuarakan persaudaraan, kemanusiaan dan kebaikan alam semesta. Itu sebabnya, setiap pemeluk agama yang mengamalkan nilai-nilai universal keagamaannya mustahil menjadikannya bentrok dengan pemeluk agama lain.

"Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk senantiasa merenungkan kembali apa yang telah disampaikan Sang Buddha dan menebarkan kebaikan kepada sesama," ujar Puan tadi malam.

Pesan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam kesempatan perayaan Waisak 2561 B.E. di Auditorium Buddist Building Indonesia, Jakarta tadi malam.

Bagi Puan Maharani, nilai-nilai universal Dharma Sang Buddha sangat penting dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Ini juga berlaku bagi penganut agama lain. Di sana, terkandung keindahan nilai-nilai atau pesan-pesan moral yang menuntun pada kebaikan bersama.

Mengapa Puan Maharani ini, dapat dibaca sebagai bentuk penguatan bangsa ini yang kian sering dilanda isu-isu bernuansa agama. Kita berharap bukan Puan yang peduli pada persoalan ini. Tokoh-tokoh dari lintas agama menjadi penting untuk turut campur menjaga agar bangsa ini tidak retak. Jika Puan mengharap umat Buddha untuk meneladani falsafah hidup atau pesan moral Sidharta Buddha Gautama, itu juga berarti pemeluk-pemeluk agama lain juga perlu meneladani junjungan mereka masing-masing: muslim meneladani Nabi Muhammad, Kristen meneladani Yesus, dll.

  • view 44