Strategi Puan Maharani Kendalikan Defisit DJS Kesehatan

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Kesehatan
dipublikasikan 10 April 2017
Strategi Puan Maharani Kendalikan Defisit DJS Kesehatan

Kesehatan itu penting. Kehadiran negara untuk menghadirkan pelayanan kesehatan bagi rakyatnya merupakan tugas yang pokok selain kesejahteraan berupa pangan, sandang dan papan. Layanan kesehatan memungkinkan bukan saja keberadaan rakyat. Tetapi juga berdampak positif bagi keberadaan negara.

Untuk itulah, sekali lagi, kehadiran negara untuk memastikan rakyatnya berada dalam keadaan yang sehat merupakan tugas penting. Untuk mencapai target itu, sudah diluncurkan berbagai strategi pemerintah. Salah satunya adalah layanan bernama ‘Kartu Indonesia Sehat’ (KIS). KIS ini diberikan kepada rakyat untuk memastikan bahwa mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah.

Untuk memastikan bahwa program-program yang ditujukan untuk terselenggaranya layanan kesehatan, pemerintah melakukan berbagai kajian. Salah satunya adalah perihal ketersediaan dan pengalokasian Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan. Terutama adalah berkaitan dengan defisit DJS Kesehatan. Sehingga dengan demikian, kajian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian defisit tersebut.

Dalam melakukan kajian tersebut, Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggelar rapat koordinasi. Rakor tersebut membahas beberapa skenario pengendalian defisit DJS Kesehatan.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Dirjen Bangda Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Puan, sehabis rapat, mengatakan: "Kita sudah koordinasikan soal bagaimana mengendalikan defisit DJS”. Ada sekitar 27 skenario yang dibahas dan selanjutnya dikerucutkan lagi oleh tim teknis yang melibatkan kementerian lembaga terkait.

Puan juga melanjutkan bahwa dari 27 skenario terkait pengendalian defisit DJS Kesehatan, akan dipilah-pilah mana yang paling efektif untuk dijalankan. Pemilihan dan pemilihan dimaksudkan guna kalkulasi rasional secara detail. Program-program tertentu diprioritaskan dan yang lainnya ditunda terlebih dahulu. Sekali lagi ini demi menghasilkan solusi yang benar-benar tepat dalam mengendalikan defisit DJS Kesehatan.

  • view 64