Jika Semua Perempuan seperti Puan Maharani?

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Budaya
dipublikasikan 06 April 2017
Jika Semua Perempuan seperti Puan Maharani?

Menjadi perempuan bukanlah kutukan. Siapa bilang perempuan tidak berprestasi dan terbelakang? Para perempuan tidak perlu memaksakan diri menjadi lelaki untuk sekedar prestasi. Kartini telah menegaskan dalam suratnya: “Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya”.

Apa artinya? Kita semua sama. Laki-laki dan perempuan tidak ada bedanya dalam hal mengejar prestasi. Perempuan yang sungguh-sungguh bisa saja melampaui capaian prestasi yang bisa diraih oleh laki-laki. Prestasi tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Labelisasi atau konstruksi gender saja yang sejauh ini cenderung merugikan salah satu jenis kelamin tertentu. Itu soalnya.

Tetapi di Indonesia, kita sudah menyaksikan banyak perempuan yang luar biasa. Di dalam ranah kepemimpinan, kita tak pelak lagi menyaksikan seorang Megawati Soekarnoputri, putri dari Soekarno, sang bapak proklamator. Dia sudah beberapa periode menjadi ketua umum partai politik besar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Selama kepemimpinannya, dia cukup berhasil mencetak kader-kader yang bukan saja memiliki militansi yang tinggi, melainkan juga merupakan kader-kader emas yang banyak menjadi pemimpin di daerah-daerah.

Di Surabaya, kita bisa saksikan sosok yang dicintai, seorang walikota Surabaya yang bernama Tri Rismayanti. Di Jawa Tengah, sang Gubernur, Ganjar Pranowo adalah satu nama yang hingga kini disayangi rakyatnya. Nama-nama itu lahir dari PDIP, partai yang dipimpin selama bertahun-tahun oleh Megawati Soekarnoputri.

Selain Megawati, putrinya, Puan Maharani adalah satu nama yang juga patut untuk dilirik sebagai inspirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia. Sejak muda, perempuan yang merupakan cucu Soekarno ini memang sudah terbiasa dengan politik. Dia sering diajak ibunya, Megawati, dalam momen-momen politik.

Seterusnya dia menjadi orang yang dikagumi di dalam politik. Dia menjabat posisi penting di PDIP. Bahkan dia diberikan tugas khusus sebagai ketua tim Bapilu pada saat mengantarkan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah. Tentu banyak catatan-catatan lain dari apa yang telah dia capai.

Megawati dan Puan Maharani adalah dua nama yang tak jauh, perempuan pribumi, perempuan Indonesia yang telah menunjukkan bahwa sebagai perempuan juga bisa menunjukkan prestasi yang luar biasa.

 

  • view 119