Jika Harus Trah Soekarno: Prananda Prabowo atau Puan Maharani?

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Politik
dipublikasikan 05 April 2017
Jika Harus Trah Soekarno: Prananda Prabowo atau Puan Maharani?

Nama yang digadang-gadang sebagai pengganti Megawati di PDIP tidak sedikit. Tetapi yang tersisa dari yang tak sedikit dan cukup kuat adalah Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Tetapi tulisan ini tidak menyoal kenapa harus Puan Maharani ketimbang Prananda Prabowo. Beberapa alasan telah dikemukakan dalam tulisan yang lain.

Yang ingin diuraikan adalah perihal mengapa harus trah Soekarno yang dihadirkan sebagai pengganti Megawati? Dengan kata lain, mengapa harus Puan Maharani dan Prananda Prabowo?

Dalam salah satu acara Satu Meja yang disiarkan oleh Kompas TV (3/4/2017), Hasto Kristiyanto, sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, mengatakan bahwa pengganti Megawati sebagai ketua umum haruslah berasal dari keturunan Soekarno.

Hasto menyebutkan bahwa alasannya adalah adanya kesepakatan pada Kongres PDI-P di Bali tahun 2015 lalu. "Kongres yang lalu menetapkan bahwa Ibu Megawati lah yang nantinya mengusulkan ketumnya, untuk ditetapkan di dalam kongres. Itu mekanisme," kata Hasto.

Hasto punya alasan yang kuat mengapa harus dari trah Soekarno. Sejauh ini, menurutnya ideologi partainya, PDIP, sangat kuat dalam memperjuangkan gagasan Soekarno. Pengaruh Bung Karno sangat kuat dalam partai ini. Megawati Soekarnoputri betul-betul mewarisi visi dan misi ayahnya, Bung Karno.

Dalam pandangan Hasto, hubungan yang kuat secara emosional antara Megawati dan Soekarno juga turut memperkuat ikatan ideologis. Gagasan dan semangat Soekarno dengan Megawati kian mendapat kekuatan sebab keduanya terikat sebagai ayah dan anak.

Atas alasan ini, bila gagasan Bung Karno hendak terus bertahan dalam tubuh partai, keturunan Soekarno haruslah mendapatkan tempat. Memang selama ini, keturunan Soekarno mendapatkan tempat yang istimewa di dalam partai.

Kebesaran Soekarno dan pengaruh kharismanya memang cukup besar untuk dilupakan oleh bangsa ini. Soekarno yang begitu gagah dan lantang sebagai pemimpin dan sudah tampil sebagai penyambung lidah rakyat memang susah untuk dilupakan. Nama Soekarno dan kemerdekaan Indonesia adalah nama yang susah dipisahkan. Itu sebabnya Soekarno dan segala hal yang berkaitan dengan Soekarno seringkali memperoleh tempat yang istimewa.

Ini menunjukkan kekuatan simbolik yang dimiliki oleh Soekarno. Meski dia telah tiada, warisannya yang hingga kini kita rasakan membuatnya seolah-olah terus-menerus hidup. Dengan alasan-alasan ini, pernyataan Hasto memiliki daya pijaknya yang kuat.

Hasto juga menyebutkan bahwa partainya sudah melakukan survei internal dan 84 persen kader menyatakan bergabung ke PDI-P karena ingin menyatukan diri dengan ide, gagasan, dan cita-cita Bung Karno.

"Bung Karno dan Bu Mega sebagai perekat kesadaran, motif, kenapa mereka mau bergabung dengan PDI-P," ujar Hasto. 

Siapa yang Hasto maksud dari trah Soekarno di tubuh PDIP tak lain adalah Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Puan Maharani menjabat sebagai Ketua bidang Politik dan Keamanan DPP PDI-P (tetapi dinonaktifkan sebab dia saat ini menjabat sebagai Menko PMK). Sedangkan Prananda Prabowo sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPP PDI-P.

 

  • view 68