Pernyataan Puan Maharani Benar?

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Agama
dipublikasikan 29 Maret 2017
Pernyataan Puan Maharani Benar?

Puan Maharani mengatakan bahwa Muslimat NU berpotensi dilirik oleh partai-partai politik atau organisasi lain. Ungkapan itu beralasan mengingat keberadaan Muslimat NU yang strategis, kiprahnya yang kian diakui dan kondisi-kondisi politik menjelang pemilu 2019.

Pernyataan lengkapnya, yang penulis kutip dari berbagai sumber pemberitaan, sebagai berikut:

"Jadi ini Muslimat NU nanti akan banyak didekati partai politik. Soalnya masa kepengurusannya masih berlangsung di saat masa pemerintahan sekarang berakhir di tahun 2019".

Lalu bagaimana jika pernyataan itu?

Jika pernyataan Puan Maharani benar (dalam arti menjadi kenyataan), maka itu berarti Muslimat NU memang betul-betul dianggap memiliki peranan penting. Kiprahnya benar-benar diakui sebagai ‘berkontribusi’ nyata di masyarakat. Keberadaannya kian mantap dan dipertimbangkan. Dan bahwa organisasi ini kian memiliki posisi ‘bargaining’ politik yang kian mantap.

Jika pernyataan Puan Maharani menjadi kenyataan, bahwa Muslimat NU sungguh-sungguh dilirik oleh organisasi lain atau partai politik, itu artinya pola gerakan Muslimat NU perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Ini membuktikan aksi-aksi nyata kian memperoleh sambutan yang nyata di masyarakat ketimbang sikap pencitraan.

Organisasi-organisasi lain patut melihat dan mengambil contoh pola-pola aksi nyata yang dilakukan oleh Muslimat NU. Apa yang dilakukan oleh organisasi perempuan NU itu harus menjadi tren gerakan yang bukan saja ditiru polanya melainkan dikembangkan oleh organisasi lain.

Bagi partai politik, yang jelas-jelas orientasi kepentingan politiknya begitu besar, Muslimat NU yang dianggap strategis di masyarakat, ini menjadi sinyal penting dan berbahaya. Penting bahwa pola itu bisa dan perlu ditiru oleh mereka demi meningkatkan dukungan. Bahaya, mengingat bila partai-partai politik senantiasa terlena dalam jalurnya yang seringkali hanya mengandalkan pencitraan tanpa aksi nyata, harapan atas partai politik sebagai kendaraan aspirasi kian lama kian tergerus. Sebagai gantinya adalah gerakan non-partai seperti muslimat NU.

Bagi NU Muslimat, jika pernyataan Puan Maharani itu benar, itu artinya gerakan perempuan bernama NU Muslimat ini kian memiliki posisi politik yang penting. Organisasi ini berkesempatan untuk memperjuangkan agenda-agenda penting yang mereka usung. Kesempatan politik yang kian terbuka lebar bagi organisasi ini seharusnya dimanfaatkan betul-betul untuk perjuangan politik mereka.

Sejauh ini kita tidak menemukan gerakan politik perempuan yang benar-benar memiliki pengikut yang jumlahnya besar. Gerakan-gerakan perempuan selalu sedikit. Masyarakat masih memandang sebelah mata untuk agenda-agenda perempuan yang selalu dicap dengan label ‘feminisme’ Eropa. Dan nama Eropa selalu dianggap sebagai tidak sesuai untuk ukuran perempuan timur (Asia) yang kuat memegang tata norma ketimuran.

Bagi perempuan, kesempatan politik untuk memperjuangkan agenda-agenda mereka bisa melewati Muslimat NU.

Jika pernyataan Puan Maharani benar, maka gejala bahwa gerakan-gerakan sipil society atau masyarakat madani kian mendapat tempat di masyarakat. Gejala meningkatnya masyarakat dalam mengakui keberadaan dan kiprah gerakan sipil society kian memantapkan proses-proses demokrasi. Aspirasi politik tidak akan lagi ditentukan oleh – melulu partai politik.

Jika benar pernyataan Puan Maharani, maka bukan tidak mungkin, kesempatan perwakilan di senayan terbuka untuk kelompok-kelompok civil society.

Tentu hal yang terakhir, barangkali lebih mirip sebagai harapan atau mimpi. Tapi John Lennon pernah mengatakan:

“You may say I am a dreamer, but I am not the only one”.

Kian banyak orang yang membenarkan cita-cita dan harapan itu dan sebaliknya kian menurun kualitas partai politik sebagai jembatan aspirasi politik rakyat, maka kian mungkin mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan.

  • view 480