Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Agama 28 Maret 2017   19:29 WIB
Puan Maharani Turut Bangga dengan Muslimat NU

Siapa yang tak bangga dengan sebuah gerakan yang memiliki aksi nyata dalam menjaga keutuhan NKRI? Siapa yang tak bangga dengan berbagai macam usaha yang dilakukan oleh organisasi demi mengabdi pada NKRI?

Tak terkecuali Puan Maharani. Cucu dari Soekarno, panglima revolusi Indonesia, mengaku bangga bisa hadir dalam hari lahir Muslimat NU yang ke-71. Kebanggaan menghadiri organisasi perempuan NU ini tidak lepas dari apresiasinya yang tinggi atas kiprah dan peranan organisasi ini. Selain itu, kehadirannya di harlah ini juga membuatnya bertemu dengan banyak ibu-ibu dan kaum perempuan dari kader Muslimat NU (JPNN.com)

Bertemu dengan ibu-ibu dan perempuan-perempuan NU bukan saja karena mereka memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan Puan sebagai perempuan. Tentu soal ini tidak menutup kemungkinan juga memberi kebahagiaan. Tetapi yang jauh lebih penting, bertemu dengan perempuan-perempuan di harlah Muslimat NU berarti bertemu dengan perempuan-perempuan yang memiliki kesadaran untuk bergerak, berkontribusi dan terus aktif untuk Indonesia.

Perempuan-perempuan di Muslimat NU yang dinahkodai oleh Ketua Muslimat NU dan sekaligus menteri sosial, Khofifah Indar Parawansa adalah perempuan-perempuan yang memiliki kesadaran posisi dan kiprahnya.

Mereka menyadari sebagai perempuan bukan sekedar sebagai orang-orang yang ambil bagian dalam rumah tangga, misalnya petugas dapur, kasur dan sumur. Mereka menyadari perempuan memiliki peranan yang jauh lebih dari sekedar itu. Domestikasi perempuan yang berlangsung terus-menerus di dalam masyarakat memang seolah menjadi kenyataan sosial yang tidak bisa berubah. Seolah-seolah itu berlangsung secara alami sesuai kodrat perempuan.

Muslimat NU, meskipun tentu saja tidak seperti gerakan-gerakan feminis lainnya, menyadarkan posisi dan kiprah perempuan yang jauh lebih besar. Perempuan-perempuan haruslah terdidik. Kesempatan yang sama dimiliki oleh kaum laki-laki di bidang pendidikan haruslah juga dimiliki oleh kaum perempuan. Pendidikan haruslah merata.

Itulah sebabnya, dalam hari lahir yang ke-71, Puan Maharani menegaskan bahwa organisasi Muslimat NU harus tetap bertahan. Gerakan ini telah menunjukkan komitmennya yang tinggi dalam tugas yang diembannya di bidang keagamaan, kemasyarakatan dan lainnya.

“Mengingat pentingnya posisi Muslimat NU dalam pembangunan kemanusiaan, saya berharap Muslimat NU tetap menjadi garda terdepan dalam pembangunan manusia menuju yang lebih baik”, ucap Puan (JPNN.com).

Karya : Asti Novi