Apresiasi Puan Maharani atas Kiprah Muslimat NU

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Budaya
dipublikasikan 28 Maret 2017
Apresiasi Puan Maharani atas Kiprah Muslimat NU

Selasa 28 Maret 2017 menandai usia Muslimat NU yang ke-71. Sebuah perayaan – yang lebih tepatnya sebuah renungan atas kiprahnya – digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Serangkaian acara mulai dari pelantikan pengurus baru dan bincang-bincang perihal kiprah gerakan ini atas NKRI mewarnai hari itu.

Dalam acara ini, tema utama yang diusung adalah bagaimana Muslimat NU memiliki peranan yang penting dalam menjaga NKRI. Khofifah Indar Parawansa, sebagai ketua Muslimat NU, mengatakan dalam sambutannya tentang ragam persoalan yang kini tengah melanda negeri ini yang terutama menyasar kaum muda – yang kita tahu kaum muda adalah harapan bangsa. Persoalan itu meliputi penggunaan narkoba yang kian merajalela, kebebasan atas pornografi dan perilaku pornoaksi, kekerasan dan berbagai persoalan negatif lainnya.

Kegelisahan ini menjadi sorotan gerakan Muslimat NU secara khusus dan secara umum adalah tanggung jawab kita semua seluruh bangsa Indonesia. Khofifah Indar Parawansa menegaskan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keutuhan NKRI melalui aksi nyata.

Dikutip dari JPNN, Khofifah menyebut yang dimaksudnya sebagai gerakan nyata adalah: "Muslimat NU menjaga NKRI dengan bertindak dalam bentuk menghidupkan 144 panti asuhan, 16.300 Taman Kanak-Kanak Raudlatul Athfal, 16.600 Taman Pengajian Al-Qur'an, serta 59.600 daiyah majelis taklim". Tindakan-tindakan nyata adalah satu wujud kesadaran bahwa anak-anak dan kaum muda memerlukan dukungan dan arahan pendidikan yang benar guna menopang kehidupan mereka menuju masa depan. Ungkapan bahwa pemuda hari ini adalah harapan hari esok – meskipun tak diucapkan dalam sambutan Khofifah – tapi sebenarnya menemukan resonansinya dalam upaya nyata dilakukan oleh Muslimat NU.

Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), memberikan apresiasi atas peranan Muslimat NU. Apa yang dilakukan oleh gerakan ini untuk menyelamatkan keutuhan NKRI melalui aksi nyata pendidikan anak dan kaum muda dan dengan menghindarkan mereka dari kecenderungan dan godaan-godaan hal-hal yang buruk merupakan langkah yang tepat. Di mata Puan Maharani, gerakan seperti itu sangat membantu besar dalam rangka membangun manusia Indonesia yang lebih baik.

Puan sendiri memiliki konsentrasi dalam pembangunan manusia dan kebudayaan. Dia menyadari bahwa memperlakukan manusia agar menjadi lebih baik adalah melalui pendidikan. Melalui pendidikan, harapan-harapan masyarakat agar anak-anak selaras dan seia-sekata dengan nilai dan norma yang berlaku bisa terjadi. Pendidikan adalah medium efektif untuk proses-proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai dan harapan ideal masyarakat.

Di mata Puan Maharani, Muslimat NU, dengan berpijak pada nilai-nilai dan spirit agama Islam, adalah langkah nyata untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya buruk dari aspek lain dalam kebudayaan. Hiduplah terus perjuangan Muslimat NU. Posisi gerakan dan kiprah gerakan ini terus dinantikan oleh masyarakat.

Selamat harlah yang ke-71 Muslimat NU.

  • view 56