Puan Maharani dan Gerakan Indonesia Melayani

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Budaya
dipublikasikan 24 Maret 2017
Puan Maharani dan Gerakan Indonesia Melayani

Baru-baru ini, revolusi mental Jokowi kembali meneguhkan komitmennya untuk benar-benar menghadirkan negara sebagai pelayan bagi rakyatnya. Simbol pemerintahan – dengan segala citranya – yang wong cilik meneguhkan diri untuk terus konsisten menjadi bagian dari pelayan bagi rakyatnya. Untuk itu, pemerintah – melalui berbagai cara – selalu memberikan masukan, penguatan dan sosialisasi kepada para aparatur sipil negara untuk bekerjanya ikhtiar penting dari revolusi mental.

Pada Kamis (23/3) kemarin, pemerintah menggelar sosialisasi yang tujuannya demi meningkatkan karakter aparatur sipil negara (ASN) agar mereka betul-betul optimal untuk mengabdi kepada rakyat, untuk benar-benar mengoptimalkan bekerjanya pelayanan kepada publik. Tagline yang diusung dalam sosialisasi itu adalah “Gerakan Indonesia Melayani”.

Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan juga seseorang yang dipercaya sebagai panglima ‘revolusi mental’-nya Presiden Jokowii hadir dan menjadi salah satu pembicara kunci dalam acara itu.

Di acara itu, Puan Maharani menegaskan bahwa membangun karakter ASN bukan sesuatu yang mudah. Tetapi itu bukan alasan untuk pasrah atau pesimis. Untuk membangun jiwa yang melayani, Puan mengusulkan agar perlunya adanya daya dobrak dan perubahan.

“Selama ini masyarakat menilai jika pemerintah tidak optimal memberikan pelayanan kepada publik, hal tersebut harus didobrak agar masyarakat merasakan pelayanan yang diberikan pemerintah," ungkap Puan pada acara "Sosialisasi Gerakan Indonesia Melayani" kepada Kementerian/Lembaga di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB), di Jakarta, Kamis (23/3).

Gerakan Indonesia Melayani, sebut Puan, adalah salah satu cara atau ikhtiar untuk memulai usaha pendobrakan itu. Gerakan Indonesia Melayani – sebagai sebuah tagline yang diusung oleh pemerintah – merupakan bagian dari instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016. Dengan kata lain, gerakan ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Gerakan ini harus diimplementasikan, bukan hanya sekedar seremonial semata.

Gerakan ini tidak selalu merupakan gerakan yang dimulai dari hal-hal besar. Gerakan Indonesia Melayani adalah gerakan yang menuntut pelayanan dengan karakter-karakter kecil dan sederhana semisal kesediaan dari para pelayan untuk menunjukkan wajah yang ramah bukan marah, penuh senyum kepada siapapun yang datang.

“Bagaimana berhadapan dengan rakyat, jangan menunjukkan wajah seram, harus tersenyum kepada siapa saja yang datang, hal itu yang harus ditunjukan pemerintah, terutama pegawai yang bertugas menerima tamu,” kata Puan.

Yang terpenting, Puan berharap ASN bisa menjadi penggerak utama dan teladan gerakan perubahan tersebut. Keteladanan ASN dapat diwujudkan melalui praktik pelayanan publik agar semakin baik untuk kepentingan masyarakat.

  • view 78