Perlunya Dobrak Menurut Puan Maharani Demi Kualitas Layanan Publik

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Budaya
dipublikasikan 24 Maret 2017
Perlunya Dobrak Menurut Puan Maharani Demi Kualitas Layanan Publik

Layanan publik merupakan salah satu dari indikator hadirnya sebuah negara untuk rakyatnya. Apabila layanan publik (masyarakat) berjalan secara maksimal, optimal dan memuaskan bagi yang dilayani, maka kehadiran negara sebagai pelayan rakyat cukup berhasil. Sebaliknya, jika pelayanan publik berjalan tidak optimal, rakyat kesusahan memperoleh pelayanan yang baik, maka indikasi bahwa negara belum maksimal hadir memberi pelayanan itu kuat.

Faktanya, Puan Maharani menegagaskan, bahwa harapan ideal atas bekerjanya layanan publik secara optimal masih belum sepenuhnya. Kualitas pelayanan publik masih memerlukan pembenahan-pembenahan sehingga bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Apa yang perlu dilakukan untuk bisa menghadirkan yang jauh lebih optimal dan lebih berkualitas? Puan Maharani memberikan beberapa masukan. Pertama, untuk memperbaiki kualitas layanan publik itu justru perlu terobosan baru dengan mendobrak kebiasan buruk yang masih ada. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang melekat pada pelayanan publik masih begitu menjadi persoalan bersama. Kebiasaan buruk seperti pelayanan yang lama, prosedur yang rumit, pelayanan yang kurang ramah, praktik-praktik korup dan semacamnya di beberapa tempat – meskipun tidak semuanya – merupakan hal-hal yang masih sering didengar.

Selama ini masyarakat menilai pemerintah tidak optimal dalam memberikan pelayanan kepada publik. Apabila persoalan ini terus-menerus masih terus belum dibenahi, kepercayaan publik atas pelayanan publik akan terus-menerus tergerus. Bukan tidak mungkin persoalan yang semacam ini justru menjadi alasan bagi publik untuk menghindari prosedur-prosedur pelayanan publik yang diberikan negara karena rumit, susah dan lama. Cara-cara instan dan praktis seringkali menjadi pilihan.

"Harus diakui semua pelayanan publik itu perlu perbaikan agar masyarakat dapat merasakan pelayanan yang diberikan pemerintah," ujar Puan dalam acara sosialisasi Gerakan Indonesia Melayani kepada Kementerian/Lembaga di Jakarta, Kamis (23/3). 

Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu tagline yang diusung oleh sosialisasi itu menekankan pada kesediaan negara untuk kehadirannya benar-benar dirasakan oleh rakyat. Puan menyatakan Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016, yang harus diimplementasikan.

Puan juga berharap agar Aparat Sipil Negara (ASN) dapat menjadi penggerak utama dan katalisator serta teladan bagi gerakan perubahan tersebut. Keteladanan ASN dapat diwujudkan melalui praktik pelayanan publik agar semakin baik dan nyata untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

  • view 35