Puan Maharani: Peningkatan Layanan Haji Penting

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Politik
dipublikasikan 23 Maret 2017
Puan Maharani: Peningkatan Layanan Haji Penting

Dalam salah satu rapat koordinasi, Puan Maharani berbicara mengenai penambahan kouta haji dan hubungannya dengan peningkatan layanan. Katanya (22/3/2017):

“Kami harus mengingat betul bahwa dengan penambahan jumlah kuota haji ini, berarti jumlah orang yang kami akan layani juga semakin banyak”.

Peningkatan jumlah kouta haji merupakan langkah yang mendesak untuk segera diambil. Rakyat Indonesia adalah mayoritas muslim. Itulah satu fakta. Dan bagi mereka, ibadah haji merupakan suatu kewajiban terutama bagi yang mampu. Jika melihat kian tahun kian bertambahnya jumlah kaum muslimin Indonesia yang hendak menunaikan ibadah haji, itu artinya fakta bahwa muslim Indonesia yang kian mampu menunaikan ibadah haji kian banyak jumlahnya.

Fakta-fakta ini semakin memperkuat pentingnya pemerintah untuk mengambil tindakan yang tegas untuk memberikan layanan yang makin baik. Layanan ini tentu saja dimulainya dengan membuka jumlah kouta. Akibat dari pembukaan jumlah kouta yang kian besar berarti pemerintah harus melayani orang kian banyak. Inilah yang dimaksud oleh Puan Maharani bahwa penambahan jumlah kouta haji berarti beriringan dengan peningkatan layanan yang kian banyak.

Tetapi bukan hanya soal itu. Bagi Puan Maharani yang tidak kalah penting adalah bahwa pemerintah haruslah betul memperhatikan dalam beberapa hal. Apa saja?

Pertama, pemerintah – melalui penyelenggara haji – harus memastikan beberapa tahapan penting mulai dari pra-pemberangkatan, pemberangkatan dan kepulangan. Bagian ini penting untuk diperhatikan. Mereka – jamaah haji – perlu mendapatkan bimbingan dan arahan yang betul-betul dari penyelenggara.

Persoalan-persoalan yang penting untuk diperhatikan misalnya pelayanan bimbingan manasik haji, pelayanan kesehatan pada masa tunggu keberangkatan, asrama haji, penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), kuota dan pelunasan.

Puan Maharani menegaskan bahwa terutama kesehatan perlu mendapatkan penanganan yang serius dari pemerintah – melalui penyelenggara. Karena bagaimanapun, jika tanpa kesehatan, kemungkinan-kemungkinan jamaah haji untuk melakukan ibadah haji tidak akan berjalan secara maksimal.

  • view 31