Ada Soekarno dalam Sosok Puan Maharani

Asti Novi
Karya Asti Novi Kategori Tokoh
dipublikasikan 2 bulan lalu
Ada Soekarno dalam Sosok Puan Maharani

Siapa yang menyangka dalam kunjungan ini, Raja Salman yang berjumpa Puan Maharani, tiba-tiba terkenang sosok sang Proklamator?

Tidak ada yang menyangka. Ini di luar skenario manusia. Raja Salman memang sungguh terkesan dengan kakeknya Puan, Soekarno. Dan Puan Maharani sebagai sang cucu proklamator seolah menjadi pintu masuk pada kenangan sang Raja pada perjumpaan-perjumpaan dengannya.

Raja Salman berjumpa sosok Soekarno saat dia masih muda. Raja muda itu berkesempatan mendampingi sang ayah dalam menyambut proklamator Indonesia saat itu. Raja muda terkesan dan kagum dengan cara Soekarno yang begitu bersahabat dengan siapapun. Soekarno, dengan kepribadiannya yang mengagumkan dan mampu menghipnotis rakyat Indonesia, juga mampu menghipnotis Raja Salman muda.

Satu hal yang sangat hangat di dalam ingatan sang Raja muda itu adalah ucapan “saudara-saudara” dalam setiap kali Bung Karno berbicara. Kekhasan itu memang bukan hal yang baru. Dalam setiap pidato yang memukau di hadapan jutaan rakyat Indonesia, kata-kata itu memang selalu menjadi senjata yang seringkali dituturkan. Soekarno begitu lihainya menggunakan kata itu. Setiap kali diucapkan, ada yang terselamatkan dalam persaudaraan kita, rakyat Indonesia. Setiap kali diucapkan, ada yang kian hangat untuk menggalang persatuan.

Bagi Raja Salman, ucapan ‘saudara’ dari orang yang berbeda bangsanya, seperti Soekarno, seolah menegaskan persaudaraan yang begitu luas. Bahwa persaudaraan yang hangat dan kuat itu tidak sebatas persaudaraan sebangsa atau setanah air. Persaudaraan itu mencerminkan keluasan jiwa seseorang untuk menampung persaudaraan yang berpijak kepada kemanusiaan. Dan itu adalah sifat dari persaudaraan yang universal.

***

Pada perjumpaan kemarin itu dengan Puan Maharani, meski sepintas, cukup untuk menguatkan lukisan kekaguman sang Raja pada Soekarno. Setelah bertahun-tahun Soekarno meninggal dan Raja Salman tentu tak dapat berjumpa kembali dengannya kecuali melalui gambar atau foto-fotonya, Sosok Puan Maharani menjadi jembatan pengingat kenangan itu: kekaguman seorang raja Muda kepada Presiden Pertama Republik Indonesia.

Kita tidak tahu gambaran apa yang ada di benak Raja Salman saat berjumpa sosok Puan Maharani. Tapi setidak-tidaknya, kita bisa menerka-nerka beberapa hal: pertama, ada Soekarno dalam garis wajah Puan Maharani. Wajah menandai identitas seseorang. Wajah seseorang juga dapat menampung identitas – meski tak sepenuhnya tapi membuat yang melihat mengenal – sosok orang tua, kakek atau lainnya yang memiliki ikatan daerah. Memang tidak selalu persis begitu tapi tak menutup kemungkinan.

Kedua, ada Soekarno sebagai sebuah ‘spirit’ dalam diri Puan Maharani. Soal ini, ukurannnya tentu pada gaya, sikap dan perilaku yang menjadi bawaannya. Juga etos dan semangat kerja. Puan Maharani memang tidak mungkin sepenuhnya mewarisi gaya dan sikap Soekarno. Tetapi beberapa hal dapat dicatat perihal semangat kerja dan prestasi-prestasi yang dia raih adalah satu tanda bahwa perempuan yang sering dituduh ‘introvert’ ini sedang diam-diam menjadi pribadi yang teguh dan mengambil banyak hal berharga dari sang kakek.

Alhasil, biarlah terkaan-terkaan selanjutnya menjadi misteri yang hanya diketahui oleh Tuhan dan Raja Salman.  

Dilihat 42