Sahabat kah? atau Saudara?

Asminarti
Karya Asminarti   Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Februari 2016
Sahabat kah? atau Saudara?

? Hampir tujuh tahun lamanya aku mengenal kalian. Empat sekawan yang menghabiskan waktunya untuk bersama, berbagi cerita baik suka namun tidak dengan duka. Tampaknya tak pernah ada kedukaan yang mengarungi perjalanan persahabatan dalam waktu yang cukup lama itu. Mungkin aku saja yang mahir menceritakan setiap masalah-masalahku, kesedihanku, sakitku, kesenanganku pada kalian. Ya aku akui kenapa aku begitu borosnya menceritakan seluruh perasaan dan apapun yang ada di pikiranku karena aku satu-satunya cewek sendiri dalam kawanan tersebut. Tak pernah kutemukan kenyamanan yang seluarbiasa ini ketika saat bersama mereka, entah bagaimana rasanya sulit juga aku deskripsikan, berbeda sekali saat kalian memiliki sahabat sesama perempuan, yang kutahu bersahabat dengan mereka para lelaki tangguh itu ?no drama? di dalamnya. Semua perilaku, tutur kata kami keluar dengan naturalnya. Menjadi benar-benar apa adanya kamu lengkap dengan karakter aslimu yang tak pernah disembunyikan secuil pun.

? Mereka semua berasal dari Jawa Timur. Dua diataranya berasal dari kota Blitar yaitu Damai dan Dipta, sedangkan Andre berasal dari Kota Pacitan, dan aku sendiri asalku dari daerah yang sangat jauh dari mereka. Aku berasal dari Nusa Tenggara Barat, tepatnya di sebuah daerah kabupaten yang tergolong masih tertinggal yaitu Kabupaten Dompu. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk mencocokkan tiap karakter kami masing-masing, beradaptasi dengan satu individu dengan individu lain. Tak berat memang, namun cukup banyak mengeluarkan strategi agar bisa cocok dan begitu klop pada akhirnya.

? Aku pernah mendapat penilain dan judge secara langsung dari salah satu sahabat bahwa aku pecicilan, jujur sekali bukan?. Memang benar aku sedikit pecicilan (pembelaan). Sulit bagiku menampakkan sikap yang anggun pada mereka karena inilah aku dengan segala ?keliaran? aku. Begitu pula mereka terhadapku, kujadikan saja bahan tertawaan atas keanehan yang mereka lakukan.

?? Sungguh menyenangkan berada disamping mereka. Tak jarang kami menghabiskan waktu untuk jalan-jalan sekedar melepas penat karena tugas-tugas kuliah yang tak kunjung ada jedanya. Menikmati keindahan pantai adalah kesukaanku, namun yang paling berkesan yaitu saat kami mendaki gunung. Gunung Panderman menjadi tempat pendakian pertama buat aku, sedangkan bagi mereka bertiga sudah beberapa gunung di Jawa Timur telah mereka taklukkan. Kali pertama yang membuat hati terkagum-kagum menikmati keindahan ciptaanNya dari ketinggian 2000 mdpl. Awalnya aku hanya sekedar ikutan-ikutan saja hobby baru mereka, kadang aku anggap remeh kesukaan mereka. Dimana letak kesenangan saat mendaki? Jalan kaki berjam-jam, belum lagi dengan barang-barang bawaan macam logistik yang tentunya berat. Belum lagi berselimut dengan suhu yang sangat dingin pegunungan.

?? Dan ternyata segala ocehanku itu terjawab sudah setelah aku sendiri yang melakukannya, ya semacam kemakan omongan sendiri begitu rasanya. Memang saat pendakian hanya beberapa meter melangkah sudah ngos-ngosan. ?Jadi ini rasanya naik gunung?? hatiku kesal. Pijakan demi pijakan aku tinggalkan dan menemui banyak track yang seperti jurang saja saking curamnya. ?Jadi ini rasanya naik gunung?? hatiku makin kesal, lelah sekali seperti dikerjai oleh gunung tersebut. Hampir saja aku menyerah dan minta pulang. Tapi sebagai pengalihan, mereka para sahabatku itu pandai sekali mencari bahan guyonan agar lelah sedikit berkurang saat mendaki, karena makin mendekati puncak rasanya track yang kami lewati semakin berat saja.

?? Tak terasa hampir 6 jam perjalanan kami mendaki, sampailah kami pada puncaknya. Dan benar, lelah terbayar punah karena keindahan luarbiasa yang kunikmati dari ketinggian tersebut. Baru saja dengan ketinggian 2000 mdpl disuguhi keindahan secantik itu, apalagi jika menaklukkan Gunung Semeru.

?? Berkesan sekali, entah itu pertama kali atau memang pemandangannya yang indah atau bisa jadi berkesan karena aku mendaki bersama kalian. Kalian yang sampai saat ini aku sayangi. Jika kalian digantikan oleh beribu-ribu teman, aku tak akan menerimanya karena kenyamanan yang aku buat bersama kalian selama 7 tahun itu memiliki banyak cerita, memiliki banyak arti bagi hidupku. Kalian sangat berharga bagi aku. Hanya masalah jarak dan komunikasi saja yang membuat kita renggang, tapi tak jadi persoalan. Kalian tetap di hatiku.

?

  • view 161