Cuap-cuap Mini tentang Muslimah

Asma Azifah
Karya Asma Azifah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 November 2017
Cuap-cuap Mini tentang Muslimah

Ssttt,, biasa aja teh ketawanya.. malu sama baju, udah syar'i masa ketawanya gitu, "masa, muslimah gitu?" (Bla bla bla) Tuuhh kan,, muslimah lagi, Islam lagi.. please yang salah bukan figur muslimah nya, bukan Islamnya, tapi murni akunya; sang manusia.. yah, apalah dayaku yang ketawa aja masih cekikikan gatau tempat, yang kalau jalan masih suka rusuh ga karuan..

Yaa da gitu-gitu juga muslimah mah kan bukan malaikat, sepakat? Sama-sama manusia, tempat nya salah dan lupa.

Tapi, gimana caranya dengan berpakaian yang udah sesuai syariat ini Allah permudah kita menuju jalan hidayah. Biar akhlaknya sejalan sama hakikat muslimah yang seutuhnya. Ceilaah.. :)

Kan mau jadi pelurus. Yang siap membimbing generasi Rabbani, mencetak teladan-teladan yang memajukan peradaban Islam, bukan yang ngaku islamnya di KTP doang. Untuk itu, sebagai muslimah, jangan disia-siakan waktunya, penuhi hari dengan aktifitas nan manfaat, belajar, dan yang terpenting terus berdoa sama Allah minta perlindungan perihal keselamatan kita dari dosa dosa, tentang pengabdian diri sebagai hamba.. ini mah  masa tiap doa minta nya jodo mulu. Oke, ga salah sih.. tapi kan ada yang lebih penting, (lhaa, dikira soal jodoh gak penting, hidup-mati tauk!) Oke-oke,, angkat tangan deh, (wkwk)

Oke gaes, kembali lagi. Muslimah, adalah jelmaan wanita yang sebenarnya memiliki banyak harapan bagi masa depan. Hadirnya mampu mencetak generasi-generasi luar biasa yang kelak mengisi kehidupan di akhir zaman. So, bicara akhlak yang kadang gak sesuai sama penampilannya, misalkan berjilbab tapi masih suka ngomongin orang, berjilbab tapi ngomongnya pedes dan image lain yang bikin derajat muslimah turun, sehingga banyak wanita-wanita diluar sana beralasan menunda berjilbab gara-gara mau jilbabin hati dulu, mau baikin diri dulu dan alasan variatif lainnya. Gini ya manteman, berjilbab adalah langkah awal untuk kita memperbaiki diri, berjilbab gak bikin kita jadi orang lain kok, justru dengan berjilbab bisa melindungi kehormatan seorang muslimah itu sendiri. muslimah berjilbab itu seenggaknya dia punya komitmen taat lebih dibanding muslimah yang lain. Biar bisa jadi muslimah kaffah, muslimah berakhlak yang dikehendaki oleh Islam, muslimah yang akan terus memperbaiki diri, dan tentu saja itu dimulai dari hal kecil; Berjilbab. Asal manteman tau yaa, dengan berjilbab, membuat kita mikir-mikir lagi lho kalo misalkan dipikiran punya niatan berbuat yang ga bener, seakan kaya ada hijab gitu, cobain gera..

Sekarang, gimana nih biar jadi muslimah berkualitas? yaa ga jauh-jauh sih. Belajar. Udah. Gitu aja. Meski aga sulit karena kata kerja ini berlaku seumur hidup. Yap, belajar dari hal apapun yang berarti mengharuskanmu untuk belajar tiap saat. Pada apapun, siapapun, diamanapun, kapanpun. Sepanjang hayat. Hingga darinya semoga ada hikmah yang kita dapatkan, yang mampu menuntun bila nanti salah arah, pun sebagai penerang bila kita menempuh jalan yang kelam

Terus gimana nih pandangan tentang muslimah yang tegas, yang ngomongnya lantang. Berbalik banget sama sifat lumrahnya yang lembut, kalem nan eksotis adem gitu, lhaa ini boro-boro adem, wong kalo diskusi sama dia tuh  berasa mau orasi aksi.. (hahaha)

Sah-sah aja sih ya, itu kan karakter, ga semua muslimah bersifat sama, masing-masing punya keunikan, baik dari kelebihan maupun kekurangannya

Bicara tentang muslimah yang tegas, bagus juga sih menurutku. kebayang aja kalau karakternya lemah, lembut terus polos lagi,, yakali bisa kena korban PHP Ikhwan tebar pesona yang gak bertanggungjawab. Kalo muslimah itu udah bener-bener jatuh cinta, siap bertanggung jawab sama perasaanya? So, note banget nih buat para Ikhwan, kalo gak niat halalin, jangan deketin. Nahh, kan saat ini banyak tuh kasus Ikhwan PHP, disinilah muslimah diharuskan tegas. Biar gak jadi korban, biar gak nyimpen sakit hati yang mendalam.. (eaa) Sok gera kalau udah dinikahin mah, entar juga lembut sendiri, apalagi sama anak-anaknya nanti..

Yah begitulah teman-teman, pentingnya peran muslimah untuk memajukan zaman, meski tak berada di gardu terdepan saat perang, hadirnya dibelakang membantu perlengkapan, menyiapkan generasi-generasi yang siap mendobrak pintu kemenangan, mendorong dan menyemangati nya dari belakang, dengan doa dan kasih sayang yang ia berikan.

Duhai kau muslimah akhir zaman, persiapkanlah diri menjadi baik dari hari ke hari. Ilmu dan kekayaan hati jangan lupa terus diperbarui. Amal jangan lupa diperbanyak. Karena kelak, generasi bersahaja akan lahir dari muslimah cerdas. Muslimah terdidik yang menjaga kehormatan diri, dan kini berbekal cintanya yang karena Allah serta ikhlas yang senantiasa menjadi komitmennya dalam tugas, ia tuntaskan amanah mendidik anak-anaknya; calon Muhammad Al Fatih berikutnya.

  • view 126