Untukmu, kawan

Asma Azifah
Karya Asma Azifah Kategori Renungan
dipublikasikan 19 Agustus 2016
Untukmu, kawan

 

Untukmu, sekelompok orang yang sudah menghiasi banyak waktu di sebagian hidupku, sebagai kawan yang baik,aku mau mengatakan sesuatu, tak banyak.. Hanya beberapa kalimat yang kususun di beberapa paragraf, tulisan sederhana ini kuharap berdampak baik dihari Hisab kelak.. :)

 

Tentang ilmu yang sudah kita temu,

Pernahkah kau memikirkannya? Sejenak saja.. Rupanya banyak sekali hal baik yang tidak kita lakukan, padahal ilmunya tersedia, tinggal tahap pengamalannya. Mengapa demikian? barangkali karena lupa atau abai. Sungguh sulit melepaskan belenggu ini.

 

Di dunia ini selalu saja banyak perkara yang menuntut ,memohon, minta untuk diselesaikan.. Apalagi kalau bukan dengan ilmu cara terbaik menyelesaikannya. Bukan mengedepankan ego sebagai jalan keluar. Kawan, sebenarnya masalah didunia sungguh sederhana, sesederhana tempat tinggal kita, hanya sebuah arena permainan, begitu Rabb berfirman. Ego dan nafsu sendirilah yang melebih-lebihkannya. Dan dengan ilmu, semoga kita tetap bertahan pada koridor yang benar.

 

 

Kawan, apa yang harus kulakukan saat didepan bukan lagi kalian?

 

Hari ini, di jarak sejauh beberapa kilometer dari tempatmu tinggal, aku mulai merenungkan banyak hal tentang ilmu-ilmu yang dulu kita terima saat bersama mengenyam pedidikan.

Tentang mengamalkannya, kau tentu paham, bukan?

Jika sudah kau dapatkan, maka kemudian sebarkanlah. .

 

Satu lagi yang perlu kita pahami. Yaitu perihal janji. Bukan mustahil kita sering lupa melaksanakannya. Tak aneh, Fithrahnya memang demikian, manusia tempat khilaf dan salah.. Tapi, apa pernah ada semacam tindakan untuk menghindar? minimal dengan tak banyak melakukannya. Kalau sudah terlanjur berjanji untuk terus bersama, siapa yang mau bertanggung jawab jika akhirnya kita berpisah juga? Ini satu usahaku, kawan. agar tidak melanggar janji, agar terus bersama kalian di syurga-Nya :) . Dengan ilmu yang kita terima, selain daya Iman bertambah, ilmu juga dapat manfaat dengan disebarkan. Membuka peluang cahaya bagi mereka yang masih gelap di arena dunia.

 

Seiring berputarnya roda waktu, ada saja yang membuat lengah benteng pertahanan Iman,

Menjadikan hati cenderuhg melemah, sempit, sesak, tak enak dirasa . .

Saat hatiku terasa sempit, itu pertanda hampa, hampa dengan semua hal yang berguna.

Tentang mensyukuri nikmat, tentang semua ilmu, tentang bersyukur ditakdirkan memiliki kawan sepertimu.

Bukan mustahil jika dia pernah luas, saat ini hanya perlu kembali mengisi dayanya. Lemahnya semakin parah jika kubiarkan. Aku mohon bantuanmu, kawan. Dengan semua ilmu yang kita terima,dengan cerita yang menyenangkan. Aku minta diingatkan akan kesalahan-kesalahan. Mohon maafkan aku atas kesalahan kesekian yang tak disadari. Aku minta hadirmu untuk mengisi waktu yang ada ini. Untuk sekadar berperan menjadi dirimu, menjadi sahabat terbaikku. Memberikan nasihat-nasihat dengan ilmu.

 

Aku ingin berhasil menenggelamkan semua rasa dan pola fikir yang tak perlu ada. Bersediakah kau, kawan? Membantu mengubur semua yang mesti tenggelam terbuang, hingga tak ada lagi ruang untuk menumbuhkan sesal. Karena sejatinya yang ada telah hilang dan berubah menjadi samudera dalam, agar menjadi pribadi yang senantiasa siap menerima segala takdir, menjadi pribadi berjiwa tangguh. Dengan ilmu.

 

Tapi, tentu tidak mudah menjaganya jika hanya dengan dibiarkan. Sama halnya dengan kita atau semua benda yang hadir dimuka bumi ini. Ilmu juga sangat perlu perhatian, waktu kadang menjadikannya lemah jika kita biarkan, jika ini terjadi, buruk kawan. Amat buruk! Iman kita bisa jadi korban.

Temanku yang baik, mari sama-sama rawat Iman kita, perbarui terus ilmu kita, terus mengusahakan diri menjadi lebih baik, tiada niat apapun selain Lillah, demikian persahabatan kita.. :)

 

Untukmu, teman yang sudah bersedia menemani menyelesaikan banyak perkara. Apa kau percaya bisa menjadi manusia hebat? Dengan semua ilmu yang didapat, bisa menumbuhkan karya yang bermanfaat untuk agama dan bangsa, hadir sebagai kebanggan orang-orang dan menjadi hamba yang Allah sayang. Dengan Ilmu kita bisa menjadi bermanfaat, untuk diri dan juga umat.

 

Teruslah maju ! kuatkan langkah menjemput asa, jika didepan kau mendapati beban yang belum siap kau emban, mari saling bantu. Akan kusiapkan pundak terkuat. Bersama kita bagi beban ujian, rubah menjadi sebuah kenikmatan.

Mari raih bersama cita-cita setinggi awan. Bersama kita gapai kesuksesan. Dengan cara kita masing-masing, di keahlian masing-masing.

Mari songsong hari kemudian, menuju masa depan yang membanggakan.

 

Dengan Ilmu,

 

Sebagai satu diantara ciptaan-Nya, tiada satupun kesempurnaan yang aku punya, semua hanya milik-Nya.

Aku menuliskannya bukan karena sudah paham dan merasa paling benar, kiranya kawan bersedia sama-sama belajar menjadi baik, mari melangkah bersama. Berjalan beriringan menggapai ridha-Nya.

  • view 262