Makna Sebuah Pilihan

Siti Asiyah
Karya Siti Asiyah Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 Oktober 2017
Makna Sebuah Pilihan

Membahas tentang jodoh tidak akan ada habisnya, apalagi yang belum berani memutuskan untuk berkeluarga. Jodoh itu tidak bisa kita tebak siapa dan kapan waktunya karena jodoh adalah rahasia Sang Pencipta. Jodoh akan datang disaat yang tepat bukan saat kita kesepian dan menginginkan sebuah sandaran. Eaaa...

******************

Beberapa dari wanita atau pria yang masih single pasti mempunyai kriteria dambaan hati mereka. Beberapa kali penulis mencoba melakukan penelitian kecil2 lan terkait perjodohan via story IG yang terbaru kan bisa dipakai voting tuh, paling maksimal yang vote ada 54 orang sih. Berikut beberapa pertanyaan yang pernah penulis ajukan kepada teman-teman terkait perjodohan :

  1. Jika kamu jomblo, kamu lebih memilih dijodohin tanpa kenalan atau dijodohin tapi kenalan terlebih dahulu?
Ternyata dari pertanyaan tersebut 90% dari voters memilih tidak masalah dijodohin asalkan harus ada sesi kenalan terlebih dahulu karena pernikahan itu untuk seumur hidup bukan untuk seumur jagung.  Akan tetapi ada juga  10 % dari voters yang memilih pasrah, mereka kalau mau dijodohin ya silahkan saja karena menurut mereka itu yang terbaik.

  1. Jika mau kenalan dulu, kira-kira waktu yang kamu butuhkan berapa bulan?
60% dari voters menjawab kurang dari 4 bulan. Berdasarkan penafsiran penulis, mereka mempunyai pertimbangan agar segala sesuatu yang baik itu harus disegerakan dengan catatan sudah siap lahir dan batin dari kedua belah pihak. 40% dari voters menjawab lebih dari 4 bulan dengan pertimbangan bahwa pernikahan itu tidak untuk main-main, oleh karena itu kita harus benar-benar bisa selektif. Jika kita ingin memutuskan menikah apalagi dengan orang yang belum dikenal sama sekali, kita harus bisa mengenal lebih dalam tentang si calon maupun keluarga si calon. Keputusan untuk menikah itu keputusan untuk menyatukan dua buah keluarga bukan hanya keputusan menyatukan calon pengantin saja. Ingat ya, bukan hanya calon pengantin saja.

***********************

Pertanyaan selanjutnya adalah untuk pria, selama ini kriteria idaman pria itu seperti apa sih?

  1. Sebenarnya pria itu lebih tertarik  wanita yang pintar dandan atau pintar masak?
Ternyata 93% pria memilih wanita yang pintar masak dan 7% pria memilih wanita yang pintar dandan. Berdasarkan penafsiran penulis, pria yang memilih wanita pintar masak itu punya pertimbangan bahwa skill memasak harus dimiliki seorang wanita untuk kehidupan yang lebih harmonis dalam merawat suami dan anak-anaknya kelak. Sebagai seorang istri dan calon istri tentunya juga harus terus belajar untuk mengasah skill tersebut karena banyaknya makanan di luar sana yang kurang terjamin cara pengolahannya dan komposisinya. Kalian tidak mau kan kalau keluarga kalian di usia muda sudah terjangkit penyakit yang aneh-aneh gara-gara pola makan yang tidak sehat? Lebih baik mencegah daripada mengobati. Bener ga?

Bagi pria yang memilih wanita yang pintar dandan mungkin dengan maksud ketika diajak kondangan tidak malu-maluin kali yaa? Kalau versi penulis sih, cantik atau ganteng itu relatif. Kalau cantik dalam, insyaallah cantik luar juga akan terpancar dan bagi pria  tidak usah bingung kalau istrinya kurang cantik, asal punya uang dibawa ke salon untuk perawatan insyaallah akan berubah wajahnya menjadi lebih berseri. Gitu aja kok repot? :P

Sedangkan pria yang bisa mendapatkan wanita yang pintar masak dan pintar dandan itu adalah bonus tersendiri dan jangan sampai kalian lepas dan berpaling pada wanita lain. Penulis ada nih temen dengan kriteria seperti itu, masih jomblo lhoo, kalau minat bisa call me :D
 
  1. Pria itu lebih suka punya istri wanita karir atau IRT?
Selama ini penulis melihat beberapa case ada suami duduk manis di rumah jadi IRT dan istri bekerja untuk menafkahi suami dan anak-anaknya. Dari sinilah penulis mencoba mengajukan pertanyaan ini. Ternyata 45% dari voters memilih istrinya menjadi wanita karir dan 55% menjadi Ibu Rumah Tangga. Menurut penafsiran penulis, kenapa pria memilih istrinya menjadi wanita karir mungkin dengan alasan kasihan istrinya kalau hanya duduk diam di rumah dan tidak mengamalkan ilmu yang didapat saat sekolah dulu, itung-itung bantu perekonomian keluarga juga. Biasanya wanita karir lebih menarik dimata pria. Kalau versi penulis, jika seorang wanita lebih mementingkan karir maka keluarga tidak akan 100% bisa dirawat dengan baik karena fokusnya akan terbagi dengan kerjaan kantor, apalagi kalau lagi stress kerjaan numpuk pasti keluarga akan jadi korban. Sebenarnya mencari nafkah adalah tugas pria, wanita hanya membantu pria untuk merapikan rumah dan menjadi ibu dan istri yang baik untuk keluarganya bukan ikut terjun kerja kantoran juga. Takutnya jika jabatan istri lebih tinggi dibanding suami dan nantinya bisa jadi cekcok dalam keluarga.

Penulis salut sama seorang ibu yang rela meninggalkan pekerjaannya demi mendidik anaknya dan pada akhirnya anaknya menjadi orang sukses daripada seorang ibu yang mementingkan pekerjaan di kantor kemudian anaknya dididik orang lain dan akhirnya pertumbuhan anaknya tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Perhatian orang tua kepada kita akan tampak berbeda dengan perhatian orang lain kepada kita.

Tenang saja bagi istri yang berprofesi sebagai IRT tidak usah berkecil hati jika tidak kerja di kantor, kenapa tidak mencoba untuk memanfaatkan media sosial untuk berjualan online sembari bercengkrama dengan keluarga atau mungkin punya ide untuk membuka usaha di rumah yang waktunya bisa fleksibel sesuai keinginan atau menjadi penulis web kayak saya untuk mengisi waktu luang. Buat dirimu seperti bos jangan hanya berfikir menjadi buruh pabrik atau kantoran untuk selamanya.
 
  1. Pria lebih tertarik  wanita yang manja atau dewasa?
Wanita manja atau dewasa itu sangat menentukan kelanggengan sebuah hubungan. 73% pria memilih wanita dewasa dan 27% pria memilih wanita manja. Maksud dewasa disini adalah pintar dan berwawasan luas (berpendidikan). Berdasarkan peneliti dari Swedish Institute for social research menyatakan bahwa dengan menemukan wanita pintar dan berpendidikan, hidup pria akan lebih sehat dan panjang umur. Wanita yang dewasa biasanya sangat dicari pria sebagai tempat diskusi saat pria ada masalah yang harus diselesaikan supaya ada titik temu. Akan tetapi ada juga yang memilih wanita manja yang bisa buat hiburan saat pria merasa lelah dengan kerjaan kantor. Sebenarnya berdasarkan penafsiran penulis, wanita dewasa itu bisa manja pada saatnya, dan wanita manja sulit untuk menjadi dewasa karena pola pikirnya yang belum bisa dewasa. 
 
***********************
 
Beberapa pertanyaan juga penulis berikan kepada responden wanita, diantaranya adalah :

  1. Apa yang membuat wanita mantap memilih seorang pria sebagai tambatan hatinya? Apakah dilihat dari segi fisik atau tanggungjawab?
Berdasarkan voting, 83% voters memilih pria yang bisa tanggungjawab dan 17% voters memilih pria berdasarkan fisik semata. Memang tidak bisa dipungkiri pertama kali melihat lawan jenis adalah dari fisiknya. Sekarang kalau fisiknya oke tapi tidak kerja, anak-anak kalian kelak makan apa? Cobalah fikir lebih panjang. Syukur-syukur kalau sudah ganteng dan bertanggungjawab itu bonus buat wanita yang doanya selalu diqobul sama Allah.

  1. Wanita cenderung menyukai pria yang kaku atau asik?
Berdasarkan voting, 86% wanita menyukai pria yang asik, dan 14% wanita menyukai pria yang kaku. Mayoritas wanita ingin pria yang asik karena membuat hidupnya jauh lebih berwarna. Sekarang kalau cowoknya kaku, di rumah seperti di kuburan. Nanya seperlunya, pertanyaannya monoton itu-itu saja, tidak bisa buat pasal saat ngobrol. Memulai ngobrol pun ketika dipancing omongan. Apa kata dunia kalau hidup seperti itu terus, apalagi bukan tipe yang romantis. Hadeeeuh pasti istrinya jenuh tingkat tinggi.

  1. Wanita cenderung tertarik dengan pria yang lebih memperhatikan ibunya atau fifty2 antara ibu dan istri?
Ada yang bilang surga di telapak kaki ibu. Sebagai wanita yang akan diajak komitmen atau bahkan sudah berkomitmen pastinya beberapa ada yang takut sama yang namanya mertua. Efek sering nonton sinetron Hidayah sih yang notabene mertua itu galak, tapi ga tau deh di dunia nyata. Berdasrakan voting tenyata ada 64% lho yang memilih fifty2 antara ibu dan istri. Hehehe...
Pasti beberapa wanita juga penasaran, apakah nantinya setelah menikah suaminya akan tetap full memperhatikan ibunya melebihi istrinya atau istrinya juga termasuk wanita penting dalam hidupnya karena yang melahirkan anak-anaknya. Sebagai seorang suami, pasti tidak ingin disebut anak durhaka, sebisa mungkin ibu adalah prioritas utama, tapi istri adalah tanggungjawab utama pria setelah menikah. Ingat bahwa ayah wanita sudah rela menyerahkan anak perempuannya untuk dijaga siang dan malam kepada kamu (pria) sebagai tanggungjawabmu, jangan pernah jadikan dia sebagai pembantumu dan jangan pernah kamu lukai istrimu apalagi kalau lagi ada masalah dengan keluargamu. 

  1. Wanita lebih memilih pria yang rajin ngaji atau rajin kongkow?
Berdasarkan voting 93% wanita ternyata memilih pria rajin ngaji dibandingkan yang rajin kongkow (7%). Pria rajin ngaji itu identik dengan pria yang bisa menjadi imam yang baik kelak bagi anak-anaknya dan keluarganya. Hidup ini tidak hanya di dunia, pastinya kelak kita akan hidup di akhirat juga untuk kehidupan yang lebih kekal abadi. Apa sih yang kita cari di dunia? Pastinya untuk bekal di akhirat. Sekarang kalau imamnya sering ngajakin kongkow2 di mall, cafe, dsb pastinya hidup kita juga sering gelisah karena tidak ada nasihat yang masuk. Tanaman saja kalau tidak disiram kering dan mati, apalagi hati. Bener ga?

  1. Wanita lebih memilih pria yang over perhatian atau cuek?
Siapa sih wanita yang menolak ketika diperhatikan? Memang setiap wanita itu butuh perhatian. Berdasarkan voting 64% wanita memilih pria yang over perhatian dan 36% wanita memilih pria yang cuek. Kalau versi penulis sendiri, tergantung perhatiannya seperti apa. Lha kalau tiap jam ditanyain mulu ya maleslah apalagi dengan pertanyaan yang monoton. Perhatian asal jangan over, bukankah sesuatu yang berlebihan itu tidak disukai Allah?

  1. Wanita lebih tertarik dengan wirausahawan atau tenaga pendidik?
Berdasarkan voting 64% lebih tertarik dengan wirausahawan dan 36% lebih tertarik dengan tenaga pendidik. Sebenarnya wirausahawan itu bagus, bisa jadi tolok ukur pria tersebut semangatnya tinggi. Akan tetapi ketika memilih wirausaha harus tau peluang juga, bukan asal buka usaha tanpa melihat peluang. Lebih bagus kalau usahanya bisa go internasional. Tenaga pendidik juga bagus, karena nantinya bisa menjadi acuan untuk anak-anak kelak bahwa dunia pendidikan itu sangat penting untuk mengangkat derajat manusia. Kalau bisa jalan 2 opsi ini malah lebih oke, jadi tenaga pendidik dan wirausahawan. Piye jaremu?

******************************
 
Nah teman-teman, tulisan ini hanya versi saya saja tapi hasil dari voting teman-teman juga lhoo. Kalau dari teman-teman ada kritik dan saran sok mangga atuh mampir di kolom komentar :) 
Tulisan ini dibuat berdasarkan curhatan beberapa teman kepada penulis ^_^
 
Kura-kura begitu yaaa..
 

Sumber gambar : https://www.elmina.id/pilih-dia-atau-orangtua/
 

  • view 56