Wanita dan Pilihannya

Siti Asiyah
Karya Siti Asiyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Juli 2017
Wanita dan Pilihannya

Wanita itu unik dan menarik kalau kita berusaha untuk mengerti mereka lebih dalam terutama dalam hal menentukan sebuah kriteria lelaki idamannya. Disini saya membaginya menjadi 3 golongan. Golongan  wanita yang memilih seseorang suami dari keluarga berada, golongan wanita yang memilih seorang suami dari keluarga yang berilmu baik itu ilmu agama atau ilmu umum, golongan wanita yang memilih seorang suami yang berilmu baik ilmu agama maupun ilmu umum serta sudah jelas pekerjaannya.

*********

Saya akan membahas yang pertama terlebih dahulu. Menurut pendapat saya golongan wanita yang memilih seorang suami dari keluarga berada itu realilistis karena pandangan hidup mereka hanya untuk dunia. Mereka takut kalau semua keinginan tidak terpenuhi, tidak bisa pamer harta kekayaan, gengsi dengan teman-temannya kalau diajak hangout tidak bisa traktir mereka dan sebagainya. Akan tetapi perlu diingat bagi wanita golongan ini bahwa itu harta keluarganya bukan harta suami kalian sendiri. Mungkin sisi positifnya saat orang tuanya meninggal kamu bisa mewarisi kekayaannya kalau keluarga tersebut dari segi ekonomi sampai meninggal tidak jatuh ya? Soalnya namanya roda pasti berputar, terkadang di atas dan terkadang di bawah. So, kalian harus ikut memikirkan harta kekayaan suami untuk bisa turut menjaganya sampai anak cucu supaya hidup kalian jaya terus.

 *********

Golongan yang kedua itu wanita yang memilih seorang suami dari keluarga yang berilmu baik itu ilmu agama atau ilmu umum. Wanita seperti ini biasanya fokus dunianya lebih ke pendidikan, bisa dari kalangan akademisi atau punya visi mendidik keluarganya kelak jadi keluarga akademisi. Bagi wanita yang memilih suami pintar ilmu agama, mereka berharap kelak hidupnya di akhirat bahagia karena semua keluarganya berada di jalan yang lurus. Wanita jenis ini orangnya bisa dibilang mencari seseorang yang taat beribadah. Mereka tidak ingin hidupnya sia-sia. Mereka berkeinginan untuk mengamalkan ilmu agamanya bersama suami. Akan tetapi wanita tipe ini harus memikirkan keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat walaupun ada yang bilang ketika kamu memikirkan akhirat maka dunia akan ikut. Ingat, kalian pun harus logis karena dalam surat Ar-Ro’du: 11 saja yang pada intinya Allah meminta kita untuk berusaha mengubah nasib kita sendiri (ikhtiar) walaupun Allah yang sudah mengatur takdir kita. Perlu diingat bahwa takdir manusia ada 2 ya, takdir mu’allaq dan takdir mubrom. Siapa tau takdirnya bisa dirubah :).  Bagi wanita yang memilih suami pintar ilmu dunia, mereka berharap kelak anak-anaknya menjadi seorang ilmuan. Dalam hidup mereka mungkin hanya ada inovasi dan penelitian untuk sebuah karya baru. Menurut mereka inovasi adalah sebuah hal yang kelak bisa mengangkat derajat mereka. Tipe wanita seperti ini ketika mau mensinkronkan beberapa penelitian kalian dengan ayat-ayat Allah akan lebih baik. ^_^

*********

Golongan wanita yang terakhir ini yang lumayan berat yakni golongan wanita yang memilih seorang suami berilmu baik ilmu agama maupun ilmu dunia dan sudah jelas pekerjaannya. Wanita tipe ini sangat logis. Mereka tau bahwa untuk mengejar dunia itu hanya dengan ilmu, untuk mengejar akhirat pun dengan ilmu dan untuk mengejar dua-duanya (dunia dan akhirat) tentu dengan ilmu juga. Ilmu adalah pegangan hidup yang sangat penting karena aktivitas sehari-hari kita itu pasti bersinggungan dengan ilmu. Kenapa wanita ini memilih selain berilmu juga harus jelas pekerjaannya?. Menurut saya mereka bukan tipe matrealistis yang selalu memikirkan gaji suaminya, tapi mereka lebih berfikir logis. Mereka berfikir dalam kehidupan sehari-harinya manusia itu butuh makan, minum, sosial, dan sebagainya untuk niatan beribadah kepada Allah dan mencetak generasi yang bisa meneruskan estafet perjuangan orang tuanya. Jika suami mereka tidak punya pekerjaan yang jelas maka ke depannya mereka tidak punya bayangan hidup seperti apa. Wanita tipe ini biasanya tidak mempermasalahkan mereka datang dari keluarga berada atau tidak karena bagi mereka adalah berjuang bersama (dari nol lebih baik) dan suaminya ada tanggung jawab penuh terhadap istrinya baik itu di dunia maupun di akhirat supaya kehidupan mereka cukup. Iya, cukup untuk beli rumah, cukup untuk beli mobil, cukup untuk jalan-jalan, cukup untuk umroh, cukup untuk haji, dan cukup yang lain.

Ini hanya pendapat saya saja, yang mau kasih kritik dan saran silahkan mampir. Kura-kura begitu :)

 

Sumber foto : http://www.buletinislami.com/2016/05/tips-memilih-pasangan-idaman.html

  • view 37