Batal Menikah Gara-Gara Hitungan Primbon Jawa? Yakinkan Orang Tuamu dengan 6 Hal

Siti Asiyah
Karya Siti Asiyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Agustus 2016
Batal Menikah Gara-Gara Hitungan Primbon Jawa? Yakinkan Orang Tuamu dengan 6 Hal

Kamu orang Jawa yang orang tuamu masih fanatik menggunakan hitungan primbon yang sering disebut weton? Atau mungkin beberapa dari kalian juga tidak asing dengan apa itu neptuning dina dan neptuning pasaran. Kata-kata yang dipakai dalam perhitungan mencari jodoh, seperti Minggu legi nilainya 10, Senin pahing nilainya 13. Nanti kalau berjodoh akan terjadi hal yang tidak baik atau sebaliknya. Hari gini masih percaya begituan? Yakinkan orang tuamu dengan 6 hal ini

1. Ini sudah abad 20-an, zaman modern yang tidak ada fanatisme primbon Jawa seperti itu

Tahun 2000 an masih percaya hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu? Bagaimana mungkin manusia bisa mengetahui kalau nantinya hubungan anaknya akan baik-baik saja ataupun akan gagal hanya dari sebuah kecocokan hitungan? Apa itu namanya tidak syirik? Ada Sang Pencipta yang mengetahui dan mengatur segalanya.

2. Mantapkan Hati

Jangan pernah ragu dengan pilihan hatimu sendiri,  hanya karena adanya ketidakcocokan dalam perhitungan jodoh kamu jadi goyah untuk menikahinya. Kalau kamu yang menjalani mantap, maka orang tuamu juga akan mantap menikahkan anaknya dengan dia.

3. Dia adalah pilihan terbaik yang ada

Katakanlah kepada orang tuamu bahwa dia pandai mengaji seperti yang diharapkan mereka, dia sudah bekerja di perusahaan ternama, banyak prestasi yang dia ukir selama kau mengenalnya, dan banyak hal positif tentangnya yang belum orang tuamu ketahui. Hal ini supaya mereka tidak ada kata menolak yang namanya pinangan darinya.

4. Ceritakan tentang rencana masa depan yang kalian buat

Mungkin orang tuamu takut kalau nantinya kalian akan gagal menjalin hubungan karena kalian masih sama-sama muda dan hitungannya tidak cocok. Tunjukkan rencana yang sudah kalian buat bersama kepada mereka. Kalian ingin membuat restoran organik yang sekarang sedang digemari banyak orang dan seterusnya sehingga mereka akan tercengang dan tidak akan menolak lamarannya.

5. Bibit, bobot, dan bebet sudah memenuhi standar orang tuamu

Sebelum menuju jenjang pernikahan tentunya bibit, bobot, bebet sangat diperhatikan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki keturunan kalian nantinya. Katakan kepada mereka kalau syarat itu sudah dipenuhi oleh calonmu

6. Jika mereka masih menolak, tanyakan artinya sebuah kepercayaan

Jika pada anak sendiri saja tidak percaya kenapa percaya sama primbon Jawa yang hanya sekedar tulisan dan hitungan. Bukannya hubungan orang tua dan anak itu akan harmonis jika terdapat sebuah kepercayaan diantara mereka?

Jangan biarkan jalinan kasih kalian berdua terhenti hanya karena sebuah hitungan yang kurang masuk akal. Pasrahkan semua pada Sang Pencipta. Jika kamu yakin maka semuanya akan baik-baik saja.

 

  • view 459