Ketika Suku menjadi Peghalang Cinta di antara Kita Berdua

Siti Asiyah
Karya Siti Asiyah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Mei 2016
Ketika Suku menjadi Peghalang Cinta di antara Kita Berdua

Apalagi yang lebih membahagiakan selain adanya dua insan yang saling mencintai. Cinta itu tidak bisa direkayasa ataupun dibeli, karena cinta akan datang sendiri di kehidupan ini tanpa kita sadari. Begitulah  yang ku rasakan dengannya sejak 2 tahun yang lalu. Aku mencintainya tanpa sebab dan dia pun membalasnya. Lantas apalagi yang akan ku cari? Tak ada lagi karena semuanya tampak lengkap dengan kamu yang selalu menemani.

Suatu hari aku berfikir hubungan ini tak akan menjadi lebih indah lagi jika hanya kita berdua yang mengakui. Aku ingin semua orang tau bahwa kamu adalah masa depanku, kamu adalah tempat bernaungku, kamu adalah hidup matiku, dan kamu.. arghh.. aku tidak bisa lagi menjelaskan dalam kata-kata. Entahlah hatiku selalu yakin tentangmu. Keluargaku pun sudah yakin akan dirimu, lantas apa yang ku ragukan lagi dalam hubungan ini?

**********

Dalam tempat yang berbeda, dia pun mencoba memberanikan diri untuk mengatakan yang sejujurnya kepada orang tuanya. Dia pun bicara pelan-pelan kepada mereka yang sudah menua.

“Ibu, Ayah,  bolehkah aku mengatakan sesuatu?” ucapnya sedikit lirih kepada mereka

“Katakanlah Nak, apa yang ingin kau tanyakan?” Jawab ayah sembari mengambil sumpia kesukaannya.

“Anakmu ini sudah besar, aku ingin menikah ayah? Aku ingin mengakhiri masa lajangku ini dengan pilihan ku, Ibu? Besok dia akan datang menemui kalian. Bolehkah?” tanya dia dengan nada rendah kepada mereka.

“Bawalah dia ke rumah besok, Ibu akan menyiapkan segalanya” jawab Ibu dengan nada lembut.

*************

Keesokan harinya dia pun membawaku  ke rumahnya di Bogor untuk bertemu ayah dan ibunya. Aku berusaha sebaik mungkin jadi seorang wanita, padahal aku termasuk cewek tomboi yang tidak bisa dandan. “Betapa hal ini menyiksaku. Tapi demi bertemu calon mertua apa sih yang tidak akan aku lakukan?” aku bergeming sendiri.

Sesampainya di rumahnya, orang tuanya menyambut kami dengan renyah. Ohh betapa bahagianya. Pembicaraan pun mengalir begitu saja dengan mereka, sampailah pada sebuah pertanyaan simpel yang ditanyakan ibunya kepadaku.

“kamu asli mana?” tanya ibu dengan lemah lembut.

“Asli tulen orang Semarang Jawa Tengah, Bu” Jawabku ringan

“Ohh, asli Semarang? Berarti kamu orang Jawa? Waaah sepertinya kamu harus tau kalau keluarga Ibu tidak akan menikahkan anaknya dengan suku Jawa. Kamu tau sendiri kan kalau orang Jawa itu tidak boleh menikah dengan orang Sunda. Pamali itu!” Bicara Ibu tanpa henti, seakan aku ini melakukan kesalahan besar.

Dia pun langsung mengajak ibunya masuk ke dalam kamar, entah apa yang dibicarakan. Mataku berkaca-kaca dan seakan hatiku rapuh. Aku hanya terdiam dan rasanya tak bisa menelan apapun. Aku tertunduk lesu. Dia pun keluar dari kamar dan mengajakku pulang tanpa bicara sepatah kata apapun. Dan sejak saat itu dia tidak mengabariku, tidak menemuiku dan memutuskan hubungan denganku dan keluargaku. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga mampu mempengaruhi  dia, orang yang sudah menjalin kasih denganku 2 tahun. Harapanku hancur, iya seperti sebuah batu yang dijadikan kerikil kecil. Seperti itulah....   

************

Wahai Tuan, aku tidak menyalahkanmu tapi aku sedikit kecewa dengan keluargamu yang mempercayai bahwa hubungan dipengaruhi oleh sebuah suku. Ada Sang Pencipta yang mengatur segalanya? Masihkah kau percaya? Kita pun tak pernah tau apa yang bisa terjadi suatu saat nanti. Tuan, aku tidak bisa memaksamu untuk kembali padaku tapi aku sudah mengerti dengan sikapmu yang tak akan mungkin kembali lagi padaku. Semoga kamu bahagia selamanya, begitu juga dengan aku. 

  

 Sumber gambar : cinta.love

 

  • view 200

  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    1 tahun yang lalu.
    Lalu saya harus sekolah di mana agar bisa menjadi Sunda?

  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    mbak gak sendirian. aku juga pernah terhalang dengan domisili.
    sakitnya tuh disini *gak lama dr itu dia lsg dpt yg baru dan lsg menikah*

    • Lihat 1 Respon