Cerita Kemarin Sore

Muhammad Sopian
Karya Muhammad Sopian Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Maret 2016
Cerita Kemarin Sore

Selesai shalat ashar saya keluar masjid, memakai sandal lalu mulai melangkahkan kaki menuruni cucu tangga. Kondisi jalan setapak yang sedikit ekstrem membuat saya melangkah lebih hati-hati. Di pendakian tangga, beberapa anak kecil sedang asyik beramain. Wandi yang masih TK kemudian menyapa saya.
"Oom, minta duit," sambil menjulurkan tangan kanannya kedepan ia tersenyum.
Saya kemudian mendekatinya, saya tanya sedang main apa. Saya tawari ia kemudian. Ikut Oom ke kontrakan yuk? Oom kasih buku aja, gimana? Ia langsung nurut, kemudian ikut saya dan meninggalkan teman-temannya yang lain.

Diperjalanan saya banyak bertanya-tanya perihal kenapa ia sering sekali terlihat tidak memakai sandal. Alasannya, hilang terus jadi dia akhirnya enggan memakai.

Singkat cerita, sampai di kontrakan. Saya ajak ia makan cemilan yang ada dirumah, dengan lahap ia terus makan. Jujur, awalnya saya hanya mau kasih dia buku cerita. Ternyata, teman-temannya yang lain kemudian menyusul, mereka mengira Wandi hilang. Wandi di culik. Hehe, salah saya juga main bawa-bawa aja anak orang. Sesaat setelah panggilan dari luar usai, Wandipun keluar, ia bilang ke teman-temannya kalau ia akan dikasih buku. Jadilah sore itu ramai anak-anak belajar di kontrakan saya.

Mereka sangat aktif, Pandi abang-nya Wandi kesana-kemari melihat-lihat koleksi buku yang ada dikontrakan saya. Sementara Sri kakak-nya Pandi dan Wandi sibuk membaca dongeng dari buku yang ada. Ada juga Rika adik-nya Wandi, Pandi dan Sri yang baru bisa nulis ikut belajar corat-coret di papan tulis. Sementara Putri dan Raisa mengerjakan kesibukan lainnya. Ramailah kontrakan saya sore itu, buku-buku dongeng dan komik semua di bongkar habis. Saya cuma bisa tersenyum sambil foto-foto suasana asyik mereka belajar.

Setelah semua aktifitas mereka rasa cukup. Mulailah Wandi diingatkan dengan tujuan awal datang ke kontrakan saya. Hehe, ternyata dia mau buku tulis. Kebetulan sekali, di kontrakan saya ada beberapa buku tulis yang didapat dari pada donatur Sahabat Ilmu Jambi yang belum sempat disalurkan ke dhuafa yang membutuhkan. Tersebab anak-anak yang datang sore tadi adalah anak-anak dhuafa sekitar kontrakan saya, jadi cocoklah. Tersalurkan sudah amanah yang donatur titipkan pada kami.

Mereka sudah dapat buku, akhirnya pertemuan sore tadi ditutuplah dengan foto-foto. Harapannya, cerita ini menjadi teguran buat kita semua, bahwa banyak sekali anak-anak yang sangat antusias belajar, namun tersebab kondisi, jadilah mereka harus belajar dengan alakadarnya. Mari jadi bagian dari pembangun negeri, Indonesia butuh kita semua. Kita akan erat dengan cinta dan kepedulian. insya Allah.

  • view 200