CINTA YANG KEMBALI PADA ILAHI

Muhammad Sopian
Karya Muhammad Sopian Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Februari 2016
CINTA YANG KEMBALI PADA ILAHI

"Di saat kau duka, ingatlah kematian
Saat dilema datang menerpa
Ingatlah kematian
Karena sejatinya
Hidup adalah jalan menuju kematian."
?
? Hidup merupakan rangkaian hari yang terajut atas izin Rabb Azza Wajala.Rangkaian yang berirama syahdu. Rangkaian yang tersusun atas bait-bait cinta, seperti bait-bait cinta yang terlantun anggun oleh sang pujangga :
?
"Dari cinta kita berasal
dan atas nama cinta Dia menciptakan kita
karena tujuan cinta kita mendatangi-Nya
dan demi cinta pula kita menghadap-Nya."
?
??? Pernah mungkin kau mengira kesyahduan ini akan kau rasa selamanya. Menikmati sastra dunia yang menggelora. Padahal, tak ada yang kekal bukan? Bahkan, burung yang menari-nari di udarapun suatu waktu akan terjatuh, berdebam ke bumi yang tak beralaskan kapas. Dan kau, tak ubahnyalah seumpama itu, kau mencari-cari kemolekan dunia, cita rasa yang berbeda dari biasa, selalu kau telusuri. Kau bergembira, haha hihi bersama keluarga. Mencanda, menggurau, menangis, mencaci dan banyak lagi. Namun hari itu kau lupa, berlanjut ke hari-hari berikutnya kau lupa, lupa dan akhirnya kau benar-benar melupakan. Melupakan ketika pesona surya mulai merebak ke sela-sela pepohonan dan bangunan kota, ketika itu kelalaianpun ikut merebak pada hatimu, kau berjalan dengan pongah, sibuk mencari gemerlap yang sejatinya adalah arang hitam pabila tanpa syukur. Kau berjalan dengan rasa seumpama langkahmu adalah langkah kakimu, ayunan tanganmu adalah ayunan tanganmu. Padahal, itu hanyalah titipan. Titipan Semesta padamu, yang seyogyanya kau buat iya menjadi taat. Tanganmu, kala pagi menengadah pada Rabb-mu, Kakimu kala subuh melangkah pada Ilahimu, mesyukuri nikmat, atas semua yang telah diberikan.
?
???? Hidup merupakan rangkaian hari yang terajut untuk menemukan jalanan buntu, ia membuat kau tersekap untuk beberapa waktu, sampai akhirnya tembok penghalang itu runtuh, dan yang kau lihat hanya ada dua, musuh di balik tembok itu atau jalan keluar, buat kau bebas selamanya. Maka sebelum rajutan itu tiba pada masanya, menemukan jalan buntu. Hendaklah kau kembali, perhatikan kembali rajutan yang telah kau kerjakan, perbaiki simpulnya, perhatikan helai demi helai benang yang mengikatnya. Jangan sampai, kau seumpama orang yang merajut dalam gelap, yang saat surya menjelang barulah kau sadar telah merajut dengan kesalahan. Kembalilah, baca lagi panduan untuk merajut itu, lalu praktekkan sesuai dengan intruksinya, rajutlah hanya saat benderang. Karena kebutaan adalah rahasia lain, rahasia besar bagi perajut sejati.
?
??? Baca kembali panduan hidupmu, kitab yang Maktub bagimu, pahami ayat demi ayat baitnya, amati mili demi mili maksudnya, lakukan pendalaman bagi khazanah Islammu, buat agamamu utama dalam hidupmu. Karena sejatinya sejauh apapun kau melangkah, akhirnya kau akan mati juga. Sejauh apapun kau pergi akhirnya akan tiba juga masa itu, masa dimana hanya kain putih yang menyelimuti, masa di mana hanya kayu tipis sebagai penutup, masa dimana tanah sebagai bantal dan masa dimana tanah sebagai pengamannya. Kembalilah, akupun tengah kembali, sama sepertimu. Aku pernah tersesat, aku pernah dihadapkan pada putus asa, aku pernah di hadapkan berbagai problematika. Tapi akhirnya, aku memutuskan kembali, kembali para Rabb Ilahi. Semoga kaupun sama. Kembali.
?
?
?
?
?

*ashsoft

  • view 211